20 Ribu Bikers Honda Bersiap Mengsukseskan HBD Nasional

Sekitar belasan ribu riders dari ratusan komunitas motor Honda dari pelbagai pulau di Indonesia bersiap menuju Lapangan Ketapang Doyong, Pangandaran, Jawa Barat, untuk merayakan satu dekade Honda Bikers Days (HBD) Nasional pada 17 November nanti.

Sebelumnya, HBD Regional 2018 baik di Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi sukses menarik keinginan ribuan rider motor Honda berkumpul sembari bersilaturahmi.

Setelah rangkaian HBD Regional terselenggara, PT Astra Honda Motor (AHM) bersama PT Daya Adicipta Motora (DAM) selaku main dealer Honda di Jawa Barat bersiap menyelenggarakan satu dekade HBD Nasional.

Untuk mengikuti pesta akbar para bikers Honda tersebut, bisa langsung mendaftar secara online melalui https://ift.tt/KBvyZ1 yang telah dibuka sejak 2 Oktober 2018. Hingga saat ini tercatat sebanyak 19.513 rider motor Honda siap hadir meramaikan satu dekade HBD Nasional 2018.

“Kami tunggu kehadiran seluruh bikers Honda dan pencinta motor Honda di gelaran komunitas terbesar di Indonesia yaitu satu dekade HBD Nasional untuk saling bersilahturahmi menguatkan tali persaudaraan sebagai satu kesatuan anak bangsa,” ucapnya General Manager Marketing Planning & Analysis Division AHM A. Indraputra.

Di tengah kemeriahan pesta, sebagai rasa empati kemanusiaan, para bikers Honda juga melakukan aksi solidaritas ke sesama yang membutuhkan dan atau sedang berkabung karena bencana alam.

via 20 Ribu Bikers Honda Bersiap Mengsukseskan HBD Nasional

credit by #913

Rida Mulyana : Salah Satu Tantangan Penyaluran B20 Adalah Sistem Logistik

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rida Mulyana mengatakan salah satu tantangan penyaluran B20 adalah sistem logistik. Ia mengatakan, persoalan sistem logistik ini masih akan terus dibenahi oleh pemerintah hingga penyaluran dan pasokan berjalan lancar.

Persoalan sistem logistik yang dimaksud salah satunya adalah masa tunggu kapal dalam bongkar muat dan akses kapal yang diperlukan oleh para perusahaan produsen Fatty Acid Methyl Ester (FAME). Ia mengatakan, masa tunggu bongkar muat di pelabuhan tak jarang membutuhkan waktu sampai 14 hari.

“Ini yang buat jadi terlambat. Padahal mereka sudah kirim, dan Pertamina mempertanyakan pasokan. Jadi memang kita sulit untuk menjatuhkan sanksi siapa yang salah,” ujar Rida di Kantornya, Jumat (26/10).

Belum lagi, kata Rida, mayoritas para perusahaan FAME berada di Sumatera. Sedangkan, penyaluran bisa sampai ke seluruh Indonesia, bergantung letak kilang blending yang dimiliki Pertamina. Jarak dan lama tunggu pelabuhan menjadi persoalan selama ini.

“Produsen biodiesel kebanyakan di Sumatera, harus sebar ke seluruh nusantara. Untuk Pertamina saja yang tadinya 86 titik dikurangi jadi 10 titik,” ujar Rida.

Selain itu, sistem logistik juga erat kaitannya dengan kondisi cuaca, kata Rida. Untuk menyalurkan ke TBBM Pertamina yang ada di wilayah kecil, membutuhkan kapal-kapal kecil. Tantangan ombak dan cuaca laut menjadi persoalan tersendiri.

“Tiga hal ini masih hambat lancarnya program B20, kami sepakat pola ini lebih banyak efektif dan ini paling lambat 1 januari untuk 2019 itu harus sudah di bawah konfigurasi ini. Pertamina hanya menyediakan 10 titik yang didatangi oleh FAME,” pungkas Rida.

Hingga 22 Oktober 2018, realisasi serapan B20 sudah mencapai 2,42 juta kiloliter. Padahal, target yang dipasang pemerintah pada tahun ini mencapai 3,92 juta kiloliter.

“Kami akui, program B20 belum optimum tapi bisa klaim bahwa pelaksanaan better. Halnya betul ada di logistik salah satunya. Karena dari sisi produksi sudah ada cukup, penerimaan relatively siap,” ucap Rida.

via Rida Mulyana : Salah Satu Tantangan Penyaluran B20 Adalah Sistem Logistik

credit by #913

Realisasi Rumah Murah, 5 ribu Unit Rumah

Realestat Indonesia (REI) menargetkan pembangunan sekitar 12 ribu rumah murah di Kalimantan Timur pada tahun ini.

Ketua REI Balikpapan Edi Djuwaedi mengaku, pembangunan rumah murah di Kaltim masih kurang merata.

“Dari pengembang yang tergabung di REI baru sekitar lima ribu rumah terealisasi. Banyak kendala yang kami hadapi untuk mewujudkan program ini,” ucap Edi, Rabu (24/10).

Harga tanah yang semakin tinggi setiap tahunnya menjadi salah satu penyebab sulitnya memenuhi target yang dibebankan.

Di sisi lain, harga unit yang dipatok hanya Rp 142 juta sesuai ketentuan pemerintah.

“Kalau ada yang murah, lokasinya jauh dari pusat kota,” pungkasnya Edi.

Tak heran bila sejumlah pengembang menyiasati dengan membangun hunian di pinggiran kota. Rupanya strategi itu tidak serta-merta diminati konsumen.

Sebab, sebagian masyarakat menginginkan hunian yang memiliki akses dekat dengan kawasan perkotaan.

via Realisasi Rumah Murah, 5 ribu Unit Rumah

credit by #913

Penyuka Kopi dan Susu Cenderung Pribadi Yang Menyenangkan

Saat ini hampir semua orang menyukai kopi. Beberapa suka dengan sedikit gula, beberapa dengan sedikit susu dan kemudian ada yang suka tanpa susu.

Akan tetapi jika Anda merasa ngeri saat melihat kopi hitam, dan lebih memilih untuk menikmati Cafe Latte, Cappucino atau Mochaccino, studi baru mungkin memberi Anda alasan lain. Khususnya untuk waspada tidak hanya dengan kopi hitam tetapi juga mereka yang meminumnya.

Sebuah studi baru yang dilakukan oleh University of Innsbruck di Austria membuat klaim yang agak ekstrim. Studi ini mengatakan bahwa orang-orang yang menyukai kopi hitam mereka lebih cenderung menjadi psikopat atau sadis seperti yang dilansir melalui India Times.

Studi ini mensurvei 1000 orang dewasa pada preferensi kopi mereka dan juga melakukan tes kepribadian berdasarkan tipe kepribadian machiavellian terkemuka seperti sadisme, agresi dan psikopati.

Para peneliti menemukan hubungan aneh antara preferensi untuk kopi pahit dan ciri-ciri kepribadian psikopat. Studi ini juga menemukan bagaimana orang yang cenderung memiliki preferensi kopi yang lebih seperti susu atau bergula cenderung memiliki sifat-sifat kepribadian yang menyenangkan seperti kebaikan dan simpati.

Para peneliti mengklaim bahwa makanan pahit dan kecenderungan psikopat ini bisa menjadi para dan menjadi serius seiring waktu. Kebanyakan orang yang memilih kopi hitam hari ini sadar tentang kesehatan mereka dan kadang-kadang mereka melakukannya tanpa menyadarinya.

Hanya saja pahit bisa subjektif dan karenanya kesimpulannya mungkin tidak begitu akurat. Budaya dan pengalaman orang-orang juga menentukan selera mereka dan mereka dapat berubah seiring waktu.

Intinya adalah jangan gunakan penelitian ini untuk mendefinisikan seseorang. Meski begitu penelitian ini bisa menjadi instrumen dalam studi lebih lanjut untuk menentukan pola kepribadian dan perilaku makan.

via Penyuka Kopi dan Susu Cenderung Pribadi Yang Menyenangkan

credit by #913

Warga Karawang Diberikan Pelatihan Untuk Menanggulangi Bencana

Kabupaten Karawang, merupakan salah satu wilayah di Jabar yang rawan bencana alam saat musim penghujan. Bencana yang mengintai wilayah ini, salah satunya banjir. Karena itu, Dinas Sosial setempat menggelar pelatihan terhadap warga tersebut siaga saat datangnya bencana.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Karawang, Setya Darma, mengatakan, Karawang merupakan daerah langganan banjir saat musim hujan tiba. Salah satunya, wilayah yang dilintasi Sungai Citarum. Karena itu, pihaknya mengedukasi warga, supaya siaga bencana.

“Hari ini, kami memberikan pelatihan teknis siaga bencana bagi warga di Perun Bentang Alam, Desa Telul Jambe, Kecamatan Teluk Jambe Timur,” pungkasnya Setya, kepada sejumlah media, Selasa (23/10).

Pasalnya, warga di perumahan itu biasa jadi korban banjir, ketika Sungai Citarum meluap. Adapun pelatihan yang diberikan ke warga, yaitu bagaimana cara mengevakuasi korban dari lokasi banjir ke tempat yang aman. Juga membuat tenda penampungan, membuat shelter serta membuka dapur umum.

Dengan cara ini, lanjut Setya, diharapkan korban bencana alam ini bisa siaga saat datangnya bencana. Serta, mereka tidak panik, lalu bisa melakukan hal-hal yang positif. Sehingga, mereka bisa melalui kejadian yang tak diingkan ini dengan lapang dada dan pemikiran yang dingin. “Pelatihan ini, dilakukan selama tiga hari kedepan. Dalam pelatihan ini, kita juga melibatkan TNI dan Tagana,” tuturnya.

Sementara itu, Sekertaris BPBD Kabupaten Karawang, Supriyatna, mengatakan, menghadapi musim penghujan pihaknya sudah menggelar rapat koordinasi terkait dengan siaga bencana. Rapat ini, diikuti oleh sejumlah stakeholder terkait.  “Berdasarkan catatan kita, dari 30 kecamatan yang ada, 12 di antaranya rawan banjir,” ujarnya.

via Warga Karawang Diberikan Pelatihan Untuk Menanggulangi Bencana

credit by #913

Pemanis Buatan Untuk Olahan Masakan , Yang Rendah Kalori

Mengontrol asupan gula dalam darah merupakan salah satu upaya preventif untuk menangkal penyakit diabetes. Banyak yang tidak menyadari begitu banyaknya asupan gula dari berbagai makanan dan minuman yang dikonsumsi setiap harinya.

Menurut spesialis penyakit dalam dr. Mulyani Anny Suryani Gultom, SpPD, batasan konsumsi gula hanya 50 gram atau setara 4 sdm per hari, bahkan sudah termasuk gula yang diperoleh dari makanan alami seperti buah, sayur, dan susu, bukan hanya gula pasir.

“Oleh karena itu, pemanis rendah kalori dapat menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin tetap merasakan manis, tanpa takut kelebihan kalori ataupun kenaikan gula darah,” kata Mulyani.

Saat ini sudah tersedia berbagai pemanis yang sudah disetujui dan dinyatakan aman oleh Badan Kesehatan Dunia atau WHO. Bahkan, beberapa diantaranya stabil ketika dimasak dalam suhu tertentu.

Stevia contohnya. Ini merupakan salah satu pemanis tahan panas dan rendah kalori. Stevia adalah pilihan yang baik untuk digunakan dalam memasak hingga baking. Pemanis stevia memiliki kemanisan yang sangat tinggi, sehingga penggunaannya pun tidak perlu banyak.

Pemanis ini terbuat dari ekstrak daun tanaman Stevia, yang daunnya telah lama digunakan secara luas di berbagai negara seperti Amerika, Jepang, dan negara-negara Eropa untuk memaniskan makanan dan minuman secara alami. Selain Stevia, pemanis buatan yang juga stabil digunakan pada suhu panas dan cukup sering digunakan dalam memasak yaitu Sukralosa.

Ada pula pemanis Acesulfame-kalium atau dikenal dengan Ace-K. Produk ini merupakan pemanis buatan rendah kalori yang juga stabil di bawah suhu panas. Ace-K biasanya ditemukan dalam minuman berkarbonasi.

Selain itu, pemanis buatan yang aman untuk penderita diabetes adalah Aspartam. Namun,  Aspartam tidak tahan panas sehingga bukan pilihan terbaik sebagai bahan tambahan makanan yang dipanggang atau dimasak dalam waktu lama.

via Pemanis Buatan Untuk Olahan Masakan , Yang Rendah Kalori

credit by #913

Kaum Emak-Emak Berjuang Untuk Menangkan Prabowo di Pilpres 2019

Bogor – Calon Presiden nomer urut 02, Prabowo Subianto mengaku terharu dan bangga atas kesadaran kaum perempuan atau emak-emak yang mau berjuang dan berkorban untuk memenangkan dirinya dan Sandiaga Salahuddin Uno pada Pilpres 2019 yang akan datang.

Menurutnya, kondisi tersebut sangatlah langka. Sebab, disaat kondisi perekonomian bangsa sedang terpuruk tetapi muncul kesadaran dari para kaum ibu atau emak-emak untuk melek dan sadar terhadap kondisi politik saat ini dengan berjuang untuk mempertahankan kehidupan keluarganya untuk mencapai kesejahteraan.

“Saya sangat bangga dan terharu, disaat kaum bapak bekerja mencari nafkah tetapi tidak dapat memenuhi kebutuhan hidup rumah tangganya dan anak-anak muda mereka sulit mencari pekerjaan, kini telah muncul gerakan dari kaum ibu, kaum emak-emak untuk memikirkan kondisi perekonomian keluarganya demi mencapai kesejahteraan dengan berjuang untuk memenangkan saya dan saudara Sandiaga Uno pada Pemilu 2019 mendatang,” pungkasnya Prabowo.

Hal tersebut diungkapkan Prabowo saat memberikan arahan kepada ratusan emak-emak relawan Prabowo-Sandi seluruh wilayah Indonesia pada acara Pelatihan Dasar Jurnalisme Publik dari Departemen Jurnalisme Publik DPP Partai Gerindra, di Amphitheater Hambalang, Desa Bojong Koneng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (20/10/2018).

Atas dasar semangat perubahan yang di gerakan oleh kaum perempuan tersebut maka Prabowo menitipkan Indonesia untuk mencapai kesejahteraan dan keadilan kepada kaum emak-emak untuk berjuang dan memilih pemimpin yang terbaik pada Pemilu 2019 mendatang. Ia juga menegaskan kepada kaum emak-emak untuk menjadikan dirinya bersama Sandiaga Uno sebagai alat mencapai kesejahteraan dan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Saya titipkan Indonesia dan kesejahteraan anak cucu di pundak emak-emak. Jadikan saya dan Pak Sandi sebagai alat untuk menciptakan Indonesia yang adil makmur dan sejahtera untuk anak-anak dan cucu emak-emak semua,” tegas Prabowo yang langsung disambut gemuruh tepuk tangan dari para peserta.

Disisi lain, Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra Sudaryono yang membuka acara tersebut juga menyampaikan apresiasinya kepada kaum perempuan Indonesia yang mau dan rela membagi waktu antara mengurus kebutuhan rumah tangganya dengan ikut berpolitik memenangkan pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno pada Pemilu 2019 mendatang. Apalagi kehadiran emak-emak relawan Prabowo-Sandi pada acara tersebut berasal dari biaya pribadi dan kesadaran sendiri ditengah situasi kondisi ekonomi keluarganya yang bisa dikatakan pas-pasan.

“Sekali lagi saya apresiasi semangat emak-emak semua yang rela membagi waktu antara mengurus kebutuhan rumah tangga dengan turun langsung berpolitik memenangkan pasangan Prabowo-Sandi. Saya sangat terharu karena emak-emak hadir kesini atas biaya sendiri dan kesadaran sendiri. Itu suatu hal yang sangat amat membanggakan dan mengharukan bagi kita semua,” ungkap Sudaryono.

Menurutnya, ditengah sulitnya keadaan ekonomi saat ini, para emak-emak tersebut hadir atas dorongan idealisme demi Indonesia yang lebih baik dan demi kehidupan mereka yang lebih baik. Bahkan, mereka juga telah berkorban waktu serta berkorban tenaga, dan berkorban perhatiannya kepada keluarga mereka untuk sampai hadir di tempat ini dari tempat tinggal mereka yang jauh hanya untuk mengikuti pelatihan dan mendengarkan arahan dari Capres nomer urut 02 Prabowo Subianto.

“Karena kalau emak-emak sudah bergerak, itu bisa mengubah keadaan bangsa ini. Semoga perjuangan kita semua, perjuangan kaum ibu, kaum emak-emak mendapatkan ridho dari Allah SWT, Tuhan yang maha esa untuk Indonesia yang lebih baik untuk kesejahteraan keluarga emak-emak semua,” ungkapnya.

Pelatihan Jurnalisme Publik

Selain mendapatkan arahan langsung dari Calon Presiden nomer urut 02 Prabowo Subianto, dan Wasekjen DPP Partai Gerindra Sudaryono, ratusan emak-emak relawan Prabowo-Sandi perwakilan dari seluruh Indonesia ini juga mendapatkan pelatihan jurnalisme publik.

Kepala Departemen Jurnalisme Publik DPP Partai Gerindra, Hazmi Srondol menjelaskan bahwa pelatihan jurnalisme publik bagi emak-emak relawan Prabowo-Sandi itu bertujuan untuk melatih bakat menulis mereka menjadi hal yang lebih positif.

“Tujuan dibuatnya pelatihan jurnalisme publik ini agar emak-emak semua meningkatkan bakat menulisnya menjadi hal yang lebih positif. Dari pada update status di facebook atau media sosial lainnya dengan curhatan masalah keluarga lebih baik menulis dengan hal-hal yang lebih bermanfaat dan positif,” kata Srondol di Amphitheater Hambalang, Desa Bojong Koneng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (21/10/2018).

Menurut Srondol, banyak kaum ibu atau emak-emak sekarang ini yang tidak hanya mengurus kebutuhan rumah tangganya saja tetapi mereka bisa mencurahkan ide dan pemikirannya menjadi sebuah karya tulisan yang bermanfaat bagi bangsa Indonesia. Bahkan, banyak pula kaum perempuan yang menulis novel untuk menyalurkan bakat positifnya.

“Jadi saat ini sudah bukan jamannya lagi kaum ibu atau emak-emak itu yang hanya mengurus dapur saja, tetapi mereka bisa menulis novel atau cerita yang jauh lebih bermanfaat untuk publik dan bisa mendapatkan penghasilan tambahan dari kegiatan menulis nya,” tutur Srondol.

Selain melatih kaum emak-emak untuk menulis, Srondol menjelaskan bahwa pelatihan ini juga untuk membaca dan memahami kondisi politik bangsa ini dari berita-berita yang tidak benar alias hoax yang kerap beredar di masyarakat.

“Kita juga memberikan pemahaman kepada kader perempuan kita untuk dapat memahami segala bentuk informasi yang beredar di masyarakat. Sehingga, kita bisa mengetahui mana informasi yang hoax dan mana yang benar. Dengan begitu kita menjadi lebih cerdas dan lebih bijak dalam merespon segala bentuk informasi yang beredar di masyarakat,” tandasnya.

via Kaum Emak-Emak Berjuang Untuk Menangkan Prabowo di Pilpres 2019

credit by #913

Mencoba Tes CPNS Online Gratis Dengan Pintaria

Pintaria, portal edukasi yang fokus pada pengembangan pendidikan tenaga kerja Indonesia, meluncurkan simulasi tes online CPNS secara gratis. Terdapat tiga paket soal yang bisa diakses langsung dari smartphone.

Lebih dari tiga juta orang tercatat sudah melakukan registrasi CPNS melalui SCC BKN yang ditutup pada 15 Oktober lalu. Mereka akan memperebutkan 238.015 formasi yang disediakan oleh pemerintah.

Melihat ketatnya persaingan untuk mendapatkan posisi sebagai PNS, Pintaria menyediakan simulasi tes CPNS online secara gratis sebagai sarana latihan para calon PNS dalam menghadapi ujian nanti. “Pintaria sebagai portal edukasi mendukung kesuksesan para peserta tes CPNS dengan memberikan simulasi online gratis yang terdiri dari tiga paket soal. Ketiganya bisa diakses langsung dari smartphone tanpa harus mengunduh apap un,” ujar Head of Marketing and Communications Pintaria Zaneti Sugiharti dalam keterangan pers, Jumat (19/10).

Simulasi tes CPNS online di Pintaria bisa diakses di situs Pintaria di http://www.pintaria.com, lalu cari produk “CPNS” yang terdiri dari Paket 1, Paket 2 dan Paket 3. Masing-masing paket tes mencakup Tes Wawasan Kebangsaan, Tes Inteligensia Umum, dan Tes Karakteristik Pribadi. Seluruh paket soal tersebut tidak dipungut biaya sama sekali dan bisa dilakukan terpisah atau tidak berurutan.

Peserta bisa melihat kembali jawaban mereka dan mengevaluasi jawaban yang salah. Kedua, mereka tidak perlu mengunduh simulasi tes. Peserta bisa mengerjakan soal meski dari smartphone masing-masing, di mana saja dan kapan saja.

Ketiga, peserta bisa melakukan tiga kali simulasi dengan paket soal yang berbeda. “Kami berharap bisa membantu masyarakat yang ingin melakukan tes CPNS dengan memberikan simulasi tes yang sesuai dengan standar soal CPNS dari pemerintah, namun tetap bisa dilakukan secara praktis,” kata Zaneti.

via Mencoba Tes CPNS Online Gratis Dengan Pintaria

credit by #913

Memngembalikan Senyuman Korban Bencana Di Indonesia

Bencana alam seperti gempa di Lombok dan tsunami di Palu-Donggala kerapkali menimbulkan trauma pada korban. Masalahnya, tak semua korban menyadari jika mereka mengalami gangguan psikologis tersebut. Penyembuhan trauma (trauma healing) dianggap penting agar korban tetap tenang menghadapi memori kengerian bencana.

Melinda Nadya Ariska adalah salah satu korban selamat dari gempa yang melanda Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat pada 5 Agustus lalu. Saat gempa terjadi, Melinda sedang berada di dalam rumahnya yang terletak di daerah Kayangan, Kabupaten Lombok Utara.

Kala itu, ia tengah bersama sang nenek dan kakek.

“Saya sedang sembahyang saat gempa terjadi. Saya langsung keluar mushola. Orang tua saya saat itu sedang berada di Gili (pulau kecil). Mereka bekerja di sana.”

Ia menceritakan suasana kepanikan sesaat setelah gempa terjadi dan bagaimana rumah yang didiaminya runtuh seketika.

“Sebenernya saya deg-degan sekali tapi berusaha menenangkan diri. Soalnya kan semua panik, pada teriak-teriak. Biar semua nggak ikut panik cobalah saya menenangkan diri sendiri. Apalagi rumah langsung ambruk setelah kejadian,” ujar perempuan 21 tahun ini kepada ABC (16/10/2018).

“Besoknya kami balik lagi ke rumah, kami lihat kondisinya, masih menangis.”

Dua minggu pasca gempa, Melinda berkesempatan mengikuti sesi penyembuhan trauma di kampus Universitas Mataram, tempatnya belajar.

“Saya diajarin gerakan-gerakan. Ada diajarin menggenggam tangan, kalau tidak salah ada 6 gerakan. Pertama tarik nafas, lalu ada gerakan tai chi, gerakan bagaimana kita menenangkan orang lain, seperti itu kira-kira,” tuturnya.

Sebelumnya mahasiswa semester 7 ini sama sekali tak mengetahui tentang penyembuhan trauma bagi korban bencana.

Selepas gempa, ia mengaku mencoba memulihkan kondisi kejiwaannya dengan berkumpul keluarga dan mengatur nafas jika memori tentang gempa membuatnya dadanya sesak.

Hingga ia mendengar informasi mengenai sesi tersebut dari pesan teks rekan kampusnya.

Melinda sendiri tertarik untuk mengikutinya karena ia merasa hal itu penting.

“Saya ingin datang karena merasa ilmu itu langka dan penting sekali. Saya sendiri juga masih sedikit trauma, walau sudah sangat membaik,” akunya.

Ia berpendapat penyembuhan trauma bagi korban bencana begitu penting. Ia mengambil contoh keluarganya sendiri.

“Rata-rata orang rumah masih trauma, dan belum tahu bagaimana cara menenangkan diri yang benar. Mereka juga belum pernah ketemu psikolog profesional.”

Setelah sesi penyembuhan trauma yang diikutinya, Melinda mengaku sudah tak lagi gemetar ketika masuk ke dalam sebuah bangunan.

Lain lagi kisah bencana yang dialami Dian Rutami, pegawai negeri sipil di Jakarta. Ia tak langsung menjadi korban tapi keluarga intinya di Palu, Sulawesi Tengah.

Tergerak oleh nasib ayah, ibu dan adik-adiknya, Dian memutuskan pulang ke Palu beberapa hari setelah gempa 28 September mengguncang.

Dian menyaksikan sendiri rumahnya di Palu Utara yang roboh dan keluarganya yang terpaksa mengungsi di depan rumah dan tinggal beralaskan terpal.

Ia menuturkan, sang ibu begitu memendam trauma.

“Sampai sekarang kadang masih terasa gempa susulan, kalau sudah begitu, mama masih teriak-teriak ingat gempa besar yang waktu itu,” ujarnya kepada ABC.

Ia akhirnya berkesempatan untuk bertemu dengan relawan psikolog, Liza Marielly, yang datang bersama rombongan Sekolah Relawan. Dari Liza, Dian mengetahui adanya sesi penyembuhan trauma untuk korban bencana.

Ia-pun lantas membantu Liza menemui korban-korban lainnya yang tinggal di tenda pengungsian di sekitar Palu. Ia juga meminta ibunya untuk mengikuti penyembuhan trauma yang diadakan Liza.

“Saya tanya mama, ‘gimana ma rasanya?’ dia jawab ‘ya sudah lumayan sudah bisa tarik nafas dulu kalau sudah mulai ketakutan’,” ujar Dian menuturkan ucapan sang Ibu.

“Mama bilang dia diajarkan gerakan tangan supaya tetap tenang.”

Liza, sang psikolog sendiri, bertugas di wilayah Palu dan Donggala selama sepekan. Sebagai satu-satunya psikolog dalam tim relawan yang diikutinya, tugas Liza cukup berat.

“Sehari saya bisa menangani 50-100 orang tergantung wilayahnya, karena di Palu ini orang nggak tinggal dalam tenda besar tapi mereka mengungsi berkelompok. Satu desa bisa mengungsi di tempat berbeda,” ceritanya kepada ABC.

Banyak korban belum mengetahui tentang penyembuhan trauma. Berbicara dengan sosok psikolog seperti Liza adalah hal langka. Liza memutuskan untuk ‘menjemput bola’.

Ia banyak berkomunikasi dengan korban anak, mengajaknya bermain dan bercerita.

“Dengan bermain mereka jadi melupakan sejenak kejadian yang mereka alami. Membuat mereka tertawa itu penting karena mereka bisa melepaskan emosi,” sebutnya.

Berbeda dengan korban dewasa, korban anak lebih terbuka, kata Liza.

“Kalau orang dewasa seringkali bilang, saya nggak apa-apa, saya kuat, tapi setelah dikorek-korek..bum..baru keluar semua..nangis sejadi-jadinya,” tutur psikolog yang juga sempat bertugas di gempa Lombok dan tsunami Aceh ini.

Liza mengharapkan lebih banyaknya kehadiran psikolog di lokasi bencana. Trauma yang dialami korban acapkali tak kentara namun bisa berbuntut panjang dan berdampak serius jika tak ditangani.

“Sepengetahuan saya, jarang sekali ada relawan psikolog yang datang. Kemarin saya keliling, korban juga bilang mereka baru ketemu saya ini,” katanya.

Achmad Yurianto, Kepala Pusat Krisis Kesehatan di Kementerian Kesehatan (Kemenkes), mengatakan, pemerintah sebenarnya sudah menerjunkan tim kesehatan jiwa ke lokasi bencana seminggu pasca gempa, walau semua relawan kesehatan selalu diminta untuk berperan serta dalam penyembuhan trauma korban.

Di Palu, Kemenkes menurunkan 3 tim di 2 kabupaten dan 1 kota di mana satu tim-nya berisi 5 orang. Tim inilah yang menangani trauma healing dan hal-hal yang bersifat psikologis lainnya.

“Tim ini fungsinya konsulen, yang aktif mencari adalah semua relawan kesehatan. Tim ini ada di rumah sakit sebagai konsulen dari tim relawan manakala menemukan kasus-kasus yang kecenderungannya perlu penanganan tenaga kesehatan khusu,” terang Achmad.

Achmad mengatakan, bagian penting dari penyembuhan trauma justru terletak pada peran serta semua pihak untuk tidak melakukan trauma building (memicu trauma).

“Hal yang kontraproduktif dari kegiatan trauma healing ini adalah trauma building, orang yang masih membangun trauma dengan menyebar berita hoax, masih menayangkan kejadian-kejadian video, audio pada hari-H sampai sekarang, itu kan masih membangkitkan traumanya korban.”

Ia lalu mencontohkan bentuk tayangan media penyiaran yang makin memicu trauma.

“Itu malah membangkitkan trauma korban kalau breaking news di sebuah media diawali dengan video audio tentang kondisi hari pertama, kedua, penuh kepanikan, ketakutan, kekacauan, ini akan memelihara trauma mereka.”

via Memngembalikan Senyuman Korban Bencana Di Indonesia

credit by #913

Umur Berkah Merupakan Bagian Dari Tanda Kebahagiaan Yang Diperoleh Seseorang.

Setiap orang mempunyai umurnya sendiri-sendiri. Ada yang berumur hingga ratusan tahun, tetapi tak sedikit meninggal dunia saat muda.

Namun hal terpenting, bagaimana seseorang mampu mengelola kesempatan yang diberikan Allah SWT berupa umur itu, untuk seoptimal mungkin menjalani ibadah juga mempersiapkan kematiannya.

Masa demi masa, dia lalui dengan menorehkan kebaikan dan selalu bersyukur atas segala nikmat yang ia peroleh. Rasulullah pernah berdialog dengan seorang laki-laki mengenai keberadaan umur ini. Hal tersebut terekam dalam hadis yang diriwayatkan Ahmad dan Tirmizi, merujuk kisah Abdurrahman bin Abu Bakrah yang ia dapatkan dari ayahnya.

Laki-laki itu bertanya kepada Rasul, manusia manakah yang lebih utama? Rasulullah pun menjawab, yang panjang umurnya dan baik amalnya. Percakapan berlanjut. Manusia manakah yang paling jelek? Rasul menyampaikan jawaban atas pertanyaan kedua itu, Ialah yang panjang umurnya dan jelek perbuatannya.

Sayyid Sabiq melalui Fiqih Sunnah, mengatakan, setiap Muslim dianjurkan untuk membekali dirinya dengan amal saleh. Dengan demikian, mestinya mampu memanfaatkan umur yang melekat pada dirinya untuk mengumpulkan bekal perjalanan setelah kehidupan di dunia.

Seseorang yang mampu memanfaatkan umurnya dengan baik, maka itu sebagai umur yang berkah. Ustaz Aam Amiruddin dalam Bedah Masalah Kontemporer, memasukkan umur berkah itu menjadi salah satu dari tanda kebahagiaan yang diperoleh manusia di dunia ini. Menurut dia, perjalanan waktu akan membawa seseorang ke sebuah arah.

Berhubungan dengan amal ibadah, umur dan waktu yang dipunyai seseorang memungkinkan membawanya ke sejumlah kemungkinan. Kualitas amal seseorang sama dengan hari kemarin, maka dia tertipu oleh masa. Jika lebih buruk dibandingkan kemarin, dapat dikatakan orang tersebut terpuruk.

Maka, mewujud sebagai sebuah rahmat ketika seseorang berkemampuan melakukan amal yang lebih baik daripada kemarin. Ciri orang yang mendapatkan kebahagiaan di dunia adalah mereka yang berusaha agar hari ini lebih baik daripada kemarin, urainya. Mereka selalu memanfaatkan umur dan waktunya untuk hal-hal yang bermanfaat.

Makin tambah umurnya, makin banyak pula amalnya dan pada saat ajal menjemput, maka orang itu dalam puncak kesalehannya. Apalagi, kematian sudah pasti menghampiri seseorang dan bisa datang secara tiba-tiba tanpa dapat diantisipasi. Mereka yang mempersiapkan diri dianggap sebagai orang bijaksana.

Mereka pun dikatakan sebagai sosok-sosok yang berhasil meraih kehormatan, baik di dunia maupun akhirat. Ibnu Umar mengungkapkan, ia datang kepada Rasulullah sebagai orang ke-10. Waktu itu, tiba-tiba seorang laki-laki Anshar berdiri dan mengajukan pertanyaan ihwal siapa yang paling bijaksana dan teliti di antara manusia.

Dia adalah orang yang paling sering mengingat maut dan bersiap sedia menghadapinya, jelas Rasulullah. Pada kesempatan yang lain, Rasulullah mengingatkan umatnya, perbanyaklah mengingat pemutus kesenangan. Arti pemutus kesenangan itu adalah maut atau kematian.

Abu Dzarr mempunyai pandangan sendiri mengenai makna kematian. Tahukah kalian hari melaratku? Itu adalah hari aku dibaringkan dalam liang kuburku. Langkah lain ditempuh al-Rabi bin Khaytsam demi memicu dirinya untuk selalu beramal saleh dan mempersiapkan diri menghadapi kematian.

Menurut Imam al-Ghazali dalam bukunya Terampil Bersahabat dengan Siapa Saja, al-Rabi menggali lubang kubur di dalam rumahnya. Setiap hatinya menjadi keras, ia turun ke lubang kubur itu untuk beberapa lama. Ia memanjatkan doa kepada Allah agar ia dikembalikan ke dunia dan terpacu untuk kembali beramal saleh.

Setelah itu, al-Rabi keluar dari lubang itu dan menyatakan pada dirinya sendiri bahwa ia telah diberi kesempatan untuk kembali ke dunia, maka beramal baiklah selagi bisa.

via Umur Berkah Merupakan Bagian Dari Tanda Kebahagiaan Yang Diperoleh Seseorang.

credit by #913