SBY Diserang, Prabowo Tersakiti

Susilo Bambang Yudhoyono, Ketum Demokrat dibuat marah, karena ada orang yang merusak baliho Partai Demokrat , dikawasan di Pekanbaru, Riau. Prabowo Subianto pun, sebagai Ketua Umum Gerindra sekaligus calon presiden, yang berkoalisi dengan Demokrat  ikut geram karenanya. Serangan terhadap SBY tersebut, juga telah menyakiti perasaan Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto.

Perusakan Baliho Demokrat tersebut, terjadi di Jalan Soedirman Pekan Baru. Orang yang merusak atribut Demokrat tidak hanya merusaknya, tetapi juga membuangnya ke dalam parit. Ucapan selamat datang untuk SBY, merupakan salah satu atribut yang dirusak. Saat itu,  Ketua umum Demokrat,  Susilo Bambang Yudhoyono sedang berada di Pekanbaru, Riau.

“Kalau Demokrat disakiti, kita merasa disakiti juga. Kalau ada yang robek-robek baliho Demokrat, sama dengan robek-robek baliho Gerindra!” Prabowo memberi pernyataannya,    pada acara Konferensi Nasional Gerindra, yang digelar di kawasan Sentul International Convention Center (SICC), Sentul, Bogor, Jawa Barat, pada hari Senin 17 Desember 2018

Prabowo mengingatkan masyakarat agar menjalankan demokrasi dengan tenang dan sopan. Prabowo juga menyatakan akan membela dengan segenap kekuatan yang ia miliki.

“Kita imbau jangan robek-robek baliho, jangan robek-robek spanduk, laksanakan demokrasi yang baik, karena hati-hati lo, kita juga punya kekuatan,” Prabowo mengimbau dengan tegas.

Brigjen Dedi Prasetyo, sebagai Karo Penmas Divisi Humas Polri, memberi pernytaannya, sehubungan dengan kasus perusakan atribut Partai Demokrat, ketika ia sedang berada di Mabes Polri, mengatakan bahwa pihaknya sudah menemukan seorang tersangka, yang diduga melakukan hal tersebut. Tersangka tersebut berinisial HS. Selain  itu, pihak kepolisian juga telah menangkap dua orang, yang diduga merusak atribut calon legislatif, Effendi Sianipar, caleg PDIP. Kedua tersangka tersebut berinisial KS dan MA.

terkait perusakan  baliho Demokrat, kejadiannya  sempat dilihat oleh masyarakat sekitar. Baliho tersebut dirusak dengan menggunakan pisau cutter.

“Pada saat saksi bernama Donal Zakirman sedang berjalan menggunakan sepeda motor di SPBU Sudirman menuju arah ke bandara, saksi melihat pelaku memanjat baliho partai yang berada tidak jauh dari SPBU dan merobek dengan menggunakan pisau cutter,”  Brigjen Dedi.menuturkan.

Ketika dilakukan penyelidikan, para pelaku perusakan tersebut memberi pernyataannya, bahwa mereka diberi upah untuk merusak baliho, sebesar 150 ribu rupiah. Pihak kepolisian, masih mengejar otak, yang telah memberi perintah untuk merusak semua atribut dari kedua partai tersebut. Wiranto, Menko Polhukam, memberi perintah tegas, agar kasus perusakan atribut partai tersebut diselidiki secara tuntas, agar tidak menjadi berlarut-larut. Wiranto berharap permasalahan tersebut, tidak akan mengacaukan persiapan pemilihan umum presiden mendatang.

“Jangan sampai ini mengganggu persiapan pemilu yang sudah bagus, jangan sampai mengganggu indeks demokrasi atau istilahnya indeks kerawanan demokrasi yang sudah mulai kita kelola dengan baik,” Wiranto menegaskan, ketika ia telah selesai mengadakan rapat dengan Menteri dalan negri Tjahjo Kumolo dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Gambir, Jakarta Pusat, pada hari Senin 17 Desember.

via SBY Diserang, Prabowo Tersakiti

credit by #913

Koalisi Prabowo-Sandiaga Uno Tetap Solid

Koalisi Prabowo Subianto-Sandiaga Uno saat ini dicitrakan terkena permasalahan.  Mulai dari ‘panasnya’ hubungan Prabowo bersama Gerindra dengan Demokrat, gejolak di PAN, hingga ancaman tak all out oleh PKS. taktik memecah belah sedang dijalanan untuk memecah belah koalisi Prabowo-Sandiaga Uno. Namun Koalisi Partai Partai Pendukung Prabowo yang terdiri dari partai Berkarya, Gerindra, PAN, PKS dan Demokrat, tetap solid

Hal tersebut dimulai dengan merebaknya berita ‘panasnya’ hubungan Gerindra dengan Demokrat, kemudian diteruskan dengan berita ancaman tak all out oleh PKS, dan disusul dengan berita  gejolak di tubuh PAN.

Hubungan Demokrat dengan Prabowo, dari awal, terlihat kurang harmonis. Hal ini dikarenakan,   Prabowo Subianto mengambil cawapres dari Partai Gerindra, yaitu Sandiaga Uno yang kemudian menyatakan telah keluar dari Gerindra sebagai tanda solidaritas dengan partai koalisi lainnya.

Petinggi Partai Demokrat telah menyebut Prabowo sebagai jenderal kardus, Meski begitu, Demokrat akhirnya tetap ikut mengusung Prabowo-Sandiaga. Hanya saja, Hal yang membuat pihak Gerindra gelisah, karena partai pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut hingga 3 bulan sebelum Pilpres 2019, tak ikut berkampanye. Walaupun demikian, Demokrat akhirnya tetap ikut berada dipihak Prabowo-Sandiaga.

“Sejauh ini hubungannya baik Pak Prabowo dan Pak SBY. Pak SBY juga berjanji akan melakukan kampanye untuk Prabowo dan Sandi, walaupun sampai sekarang belum terjadi,”  Ahmad Muzan, yang dikenal sebagai Sekjen Gerindra memberi penjelasannya, di gedung DPR, Senayan, Jakarta, pada hari Selasa 13 November lalu.

Demokrat juga menuduh Prabowo-Sandi tak memenuhi janjinya,

“Daripada menuding & menyalahkan pihak lain, lebih baik mawas diri. Mengeluarkan pernyataan politik yg “sembrono”, justru merugikan *SBY*,” SBY memberi pernyataannya melalui akunTwitter miliknya, pada hari Kamis (15/11).

Petahana Presiden Joko Widodo yang maju bersama Ma’ruf Amin, juga mendapat dukungan dari sejumlah kader partai  Demokrat pun juga. Bahkan Deddy Mizwar masuk di jajaran timses pasangan nomor urut 01 itu. Bahkan, deddy Mizwar pun memberi dukungan pada pasangan nomor urut 01, Jokowi-Ma’aruf, dan dibuktikan menjadi tim sukses pasangan calon presiden tersebut.

Di tubuh PAN pun terjadi hal yang sama. Sekjen PAN,  Eddy Soeparno, pada awalnya menyatakan ada beberapa kadernya, yang memberi pernyataan, bahwa mereka tidak berani secara terang-terangan mengampanyekan Prabowo-Sandiaga. Para calon legislatif tersebut, kemudian meminta izin pada para petinggi partai, termasuk memohon izin pada Zulkifli Hasan, selaku Ket Umum PAN. Agar dapat meraih suara untuk menjadi legislatif, para calon legislatif tersebut memang harus memikirkan diri sendiri. Karena konstituen para calon legislatif tersebut adalah pendukung Capres dan Cawapres, Jokowi-Ma’ruf.

via Koalisi Prabowo-Sandiaga Uno Tetap Solid

credit by #913

Tim Sukses Prabowo-Sandiaga Uno : Fokus persoalan ekonomi dan mengembangkannya

Andre Rosiade, anggota Badan Komunikasi Partai Gerindra mmenegaskan, bahwa saat ini Prabowo-Sandiaga Uno ingin lebih menitik beratkan pada persoalan cara memperbaiki ekonomi dan mengembangkannya, dari pada harus menghabiskan energi untuk membahas berita hoaks.

Romahurmuziy, Anggota Dewan Penasihat Tim Kampanye Nasional TKN Jokowi-Ma’ruf menyatakan bahwa ia telah berkoordinasi untuk mencegah segala  informasi  hoaks, yang disebarluaskan oleh pihak tertentu. Ia melakukannya bersama-sama dengan tim advokasi mereka di seluruh wilayah Indonesia

Dalam pandangannya, hoaks itu adalah cara yang dilakukan pihak tertentu untuk mengganggu  pemilu 2019. Berdasarkan hal tersebut, Romi sudah  memberikan instruksi pada seluruh tim advokat, untuk menindaklanjuti oknum yang telah menyebarkan informasi, yang bersifat hoaks tentang siapapun.

“Kita sudah meminta kepada seluruh anggota Tim Kampanye Daerah (TKD) untuk menindaklanjuti kepada TKD Kabupaten/Kota agar pelaporan itu dilakukan secara sistematis dan masif di seluruh tingkatan, untuk menjaga kontentasi di Indonesia ini menjadi baratayudha. Menjadi peperangan yang tidak menguntungkan untuk semua. Karena yang akan kita pilih ini pemimpin, tidak dalam posisi saling meniadakan satu sama lain sesama anak bangsa,” Romahurmuziy memberikan penjelasannya, di Hotel Acacia, Jakarta, pada hari Jumat tanggal 14 Desember malam.

Romahurmuziy menagnggap , hoaks yang disebar  kali ini dinilai sangat keterlaluan, jika dibandingkan dengan apa yang dilakukannya pada pemilihan presiden yang digelar pada tahun 2014,

Andre Rosiade, anggota Badan Komunikasi Gerindra memberi tanggapannya, ,. Ia menegaskan, bahwa saat ini Prabowo-Sandiaga Uno ingin lebih menitik beratkan pada persoalan cara memperbaiki ekonomi dan mengembangkannya, dari pada harus menghabiskan energi untuk membuat berita hoaks.

“Yang selama ini suka menyerang kan kubunya Romi. Setiap hari menyerang Pak Prabowo, apa saja soal karakter Pak Prabowo. Bahkan soal video wudhu tahun lalu, baru keluar. Jadi kadang aneh juga akan ofensif-ofensif, padahal mereka selama ini yang menyerang Pak Prabowo. Itu sama menepuk air didulang terpercik muka sendiri atau Romi bilang maling teriak maling,” Andre Rosiade menjelaskanketika ia diwawancara wartawan kami, pada hari Sabtu 15 Desember.

Kendati demikian, Andre mengatakan, biro hukum pasangan Prabowo-Sandi akan siap menghadapi kubu Jokowi jika nantinya mereka dilaporkan dengan tudingan hoaks ke pihak aparat.

Walaupun demikian, Andre menyatakan bahwa tim advokat Capres dan Cawapres 02, Prabowo-Sandi tidak akan gentar, bila mereka dilaporkan pada yang berwajib, dengan tuduhan penyebaan hoaks.

 

via Tim Sukses Prabowo-Sandiaga Uno : Fokus persoalan ekonomi dan mengembangkannya

credit by #913

Tim Sukses Prabowo Menyasar Suara Jawa Tengah & Jawa Timur

Kita harus belajar dari kekalahan dan kesalahan di masa lalu, memperbaiki di mana yang salah menguatkan mana yang masih lemah dan menjaga mana yag sudah kuat. pada pemilu 2014, Prabowo subianto kalah tipis dari Jokowi dengan selisih suara 2 juta. selisih ini terbesar terjadi di jawa tengah yang meryupakan lumbung suara PDIP, bisa jadi hal ini karena program program prabowo kurang tersosialisasi di masyarakat jawa tengah dan jawa timur. langkah perubahan harus dilakukan Tim Sukses Prabowo Subianto untuk menyasar perolehan suara di provinsi jawa tengah dan jawa timur.

Tim Nasional pemenangan Prabowo-Sandi melakukan  strategi memindahkan posko  pemenangan ke wilayah provinsi Jawa Tengah. Langkah  ini dilihat sebagai langkah menyerang  kantong suara Tim Sukses Prabowo Subianto – Sandiaga Uno di  wilayah pertahanan PDIP  dan Joko Widodo sebagai calon presiden nomor urut  01.

“Rencana pindahnya Posko Prabowo-Sandi ke Jawa Tengah tentu tak bisa dipandang remeh, sebab dengan pindahnya posko berarti serangan darat di daerah tersebut akan makin masif, dan potensi membobol lumbung suara Jokowi,” ucap Arif Nurul Imam , analis politik Indostrategi,  dalam keterangan persnya, Kamis 13 Desember 2018.

Perbedaan angka suara yang diraih oleh Prabowo dengan Jokowi, dinilai dangat  signifikan, selisih sekitar enam juta lebih  pada pemilihan presiden 2014. Berdasarkan hal tersebut, Arif Nurul Imam , berpendapat  bahwa perjuangan Tim Prabowo-Sandi,di wilayah pertahanan lawan akan berdampak pada elektoral di beberapa bulan mendatang.

“Salah satu cara menggenjot elektabilitas memang di antaranya harus sering bertatap muka dengan masyarakat, sehingga pindahnya posko ini juga potensi berdampak terhadap perolehan suara,” Arif menambahkan penjelasannya

Berdasarkan pengalaman dari Pilkada 2018, perbedaan angka suara, yang diperoleh Ganjar Pranowo yang diusung  oleh PDIP, bila dibandingkan dengan Sudirman Said yang dukung oleh Partai Gerindra beda selisihnya tidak jauh sehingga terbersit keyakinan dalam dirinya, bahwa suara yang akan didapatkan oleh pihak Prabowo, akan meningkat di wilayah pertahanan Jawa Tengah, yang akan segera dibangun. .

“Timses Jokowi saya kira tak bisa meremehkan terobosan politik ini. Jangan merasa Jateng sudah basis sehingga tidak memberikan respons terhadap strategi Prabowo tersebut,” Arif menambahkan

via Tim Sukses Prabowo Menyasar Suara Jawa Tengah & Jawa Timur

credit by #913

Donatur Prabowo-Sandiaga: Dari Ojek Online Sampai Pengusaha

Lagu mandarin yang dipopulerkan Teresa Teng, yang berjudul “yue liang dai biao wo de xin”, dinyanyikan dengan lancar dan  merdu oleh Siti Hediati Hariyadi, dan  memukau para hadirin, pada acara ramah tamah dan makan malam, yang digelar di Sun City Super Ballroom, Lindeteves Building, Jalan Hayam Wuruk, Jakarta, pada hari Jumat, 7 Desember 2018 tersebut.

Saat itu, mantan suami Titiek Soeharto, yaitu calon presiden dengan nomor urut 02, Prabowo Subianto, berada di dalam satu panggung bersamanya. Mantan suainya tersebut,  terkadang melempar senyum.  Pada acara itu, calon presiden dengan nomor urut 02, Prabowo, dan beberapa anggota tim suksesnya  ikut hadir  memeriahkan acara yang bertema  “Tionghoa  dan Bisnis di Mata Prabowo Subianto”.

Pada acara tesebut, di setiap meja bundar disiapkan selembar kertas untuk menulis pertanyaan,  sebelum memulai sesi tanya jawab. Pada akhir sesi tanya jawab, para hadirin memberikan donasi bagi kampanye Prabowo Subianto. Hadiah yang diberikan oleh para hadirin, dalam kisaran angka  10 juta rupiah, ada juga yang menghadiahi mereka 30 juta rupiah, bahkan ada yang bernama Kasidi alias Ahok yang disumbangkan 250 juta rupiah. Jumlah sumbangan yang diberikan oleh para hadirin, dari 16 tamu yang hadir pada perhelatan malam itu, berjumlah sekitar 460 juta rupiah.

Chandra Suwono, yang bertindak sebagai ketua panitia penyelenggara mengatakan bahwa sumbangan, akan diserahkan kepada tim sukses calon presiden dengan nomor urut 02Prabowo, dengan pasangannya Sandiaga Uno, donasi ini bersifat spontan, dan atas inisiatif para hadirin.

“Itu inisiatif dari para tamu yang betul-betul mendukung Prabowo agar 2019 bisa terpilih jadi presiden,” Chandra menuturkan. . Chandra juga menjelaskan, bahwa para hadirin yang menghadiri acara tersebut, datang  tanpa dipungut bayaran apa pun. Para hadirin memberikan sumbangan tersebut dengan keikhlasan hati.

Andre Rosiade, yang merupakan juru bicara BPN Prabowo-Sandiaga juga mengemukakan hal yang serupa. Ia berangggapan, bahwa spontanitas para hadirin, yang merupakan para pengusaha keturunan Tionghoa, dalam memberikan donasi pada pihak Prabowo merupakan bukti keikhlasan mereka dalam memberi dukungannya pada Prabowo. Andre menjelaskan lebih lanjut, bahwa pemberian donasi tersebut merupakan bukti, bahwa Prabowo bukanlah calon pemimpin yang menjadi harapan  etnis Tionghoa.

“Yang jadi poin penting dari pertemuan Pak Prabowo dengan pengusaha dari keturunan Tionghoa, ada yang bergeser pada Pilpres 2019 ini dari Pemilu 2014. Sebab, saat itu para pengusaha Tionghoa ada di tempat Pak Jokowi,” Andre memberi penjelasannya, ketika diwawancara oleh wartawan kami.

Joko Widodo, yang merupakan calon presiden dengan nomor urut 01, dari pengamatan narasumber  kami, pernah juga hadir dalam acara yang serupa, ketika menjelang diadakannya acara pemilihan presiden, yang diadakan pada tahun 2014. Saat itu, Perhimpunan Indonesia Tionghoa (Inti) mengundang Jokowi, tepatnya pada Kamis, 26 Juni 2014. Acara yang diperuntukkan bagi Jokowi tersebut, juga digelar di Ballroom Sun City. Saat itu, Jokowi menyampaikan rencana dan programnya, jika ia terpilih sebagai presiden, didepan sekitar 2000 pengusaha, yang  bersemangat untuk mendengarkan penjelasan Jokowi tentang visi dan misinya kala itu.

Dalam  acara ramah tamah yang digelar di Sun City tersebut, antara Prabowo dengan pengusaha Tionghoa terjalin makna positif, walaupun saat ini Prabowo dan pasangannya, Sandiaga Uno berada pada posisi yang sulit, karena dana kampanye yang mereka miliki sangat minim. “Jadi begini, kita terus terang bahwa selama ini kita belum menerima donasi yang besar-besar. Yang kita terima itu donasi yang kecil-kecil, mulai Rp 20 ribu, Rp 50 ribu, Rp 100 ribu. Terus kemarin yang gala dinner tuh paling lumayan,” Andre memberikan penjelasannya, ketika diwawancara.

Pendukung Prabowo, sejak awal masa kampanye, memang terus melakukan pengumpulan dana, yang mereka lalkukan melalui media sosial. Contohnya, beberpa bulan yang lalu, mereka sudah melakukan pengumpulan dana dalam  #galangdanaperjuangan. Hingga bulan November lalu, mereka telah mengumpulkan sumbangan sebesar Rp 1.822.958.651. Dana tersebut didapatkan dari penggalangan dana yang dilakukan melalui akun Instagram dan juga melalui Twitter. Melalui pantauan wartawan kami, terdapat beberapa akun, yang memposting bukti transfer untuk pengumpulan sumbangan. Jumlah total sumbangan yang dapat dikumpulkan oleh pihak Prabowo besarnya bermacam-macam, mulai dari Rp 8.000 hingga ratusan ribu rupiah.

via Donatur Prabowo-Sandiaga: Dari Ojek Online Sampai Pengusaha

credit by #913

Tim Prabowo: Mari Fokus ke isu-isu substansial Bangsa

Keimanan seseorang adalah hak prerogatif Tuhan, dan tidak ada seorang pun yang boleh menilai keimanan seseorang. Jika seseorang menilai tingkat keimanan seseorang dari ibadah lahirnya saja, maka bisa jadi ia telah tertipu. Apalagi menjelang Pilpres, daripada mengurusi kadar keimanan seseorang, Mari Fokus ke isu-isu substansial Bangsa

La Nyalla Mattalitti menilai keislaman Joko Widodo melebihi Prabowo Subianto dan menantang eks Danjen Kopassus itu memimpin salat. PKS mengkritik pernyataan La Nyalla.

Nyalla Mattalitti secara pribadi menilai secara keislaman Widodo lebih hebat dari pada Prabowo Subianto, serta menantang Ketua Umum Partai Gerindra itu untuk jadi imam shalat. Petinggi PKS memprotes apa yang telah dinyatakan oleh La Nyalla.

“Tidak baik untuk menilai dan membandingkan kualitas iman seseorang dengan orang lain karena, menurut kami, itu adalah hak prerogatif Tuhan,”  ujar Suhud Alynudin Selasa (12/12/2018)

Dalam pandangan Suhud, iman dan Islam merupakan masalah pribadi dengan Tuhannya. Dia juga kembali agar kampanye pemilihan presiden 2019 berisi masalah masalah substansial bagi bangsa.

“Menurut kami, soal keimanan dan keislaman itu urusan pribadi antara dia dengan Tuhan, bukan untuk dipertontonkan kepada publik. Kita hanya bisa melihat dan menilai seseorang dari apa yang dia lakukan dalam praktik politiknya,” Suhud memaparkan. .

“Sebaiknya mengajak publik untuk fokus pada isu-isu substansial kebangsaan. Kami kira publik sudah bosan dengan isu-isu gimik yang hanya memicu kegaduhan yang tidak perlu,” tambah Suhud.

Selanjutnya, ia memebahas tentang soal hasil Ijtimak Ulama yang mengusung Prabowo sebagai capres. Dalam pandangan Suhud, ulama akan memiliki pandangan dan pertimbangan tersendiri, dalam menjatuhkan  pilihannya pada Prabowo Subianto.

“Jika Ijtimak Ulama mendukung Pak Prabowo untuk menjadi capres, itu pasti dengan pertimbangan bahwa Pak Prabowo dianggap oleh para ulama bisa menciptakan kemaslahatan bagi rakyat,” ungkapnya

Soal tantangan itu disampaikan La Nyalla saat mengungkapkan alasannya meninggalkan Prabowo dan mendukung Jokowi. Ia berbicara soal keislaman Jokowi dan Prabowo.

La Nyalla melontarkan tantangan itu dan dia menjelaskan mengapa dia meninggalkan Prabowo dan mendukung Jokowi. Dia berbicara tentang keislaman Prabowo dan Jokowi.

“Dulu saya fight untuk dukung si Prabowo. Salahnya Prabowo itu saya tutupi semua. Saya tahu Prabowo. Kalau soal Islam lebih hebat Pak Jokowi. Pak Jokowi berani mimpin salat. Pak Prabowo berani suruh mimpin salat? Nggak berani. Ayo kita uji keislamannya Pak Prabowo. Suruh Pak Prabowo baca Al-Fatihah, Al-Ikhlas, baca bacaan salat. Kita semua jadi saksi,” La Nyalla menjelaskan.

via Tim Prabowo: Mari Fokus ke isu-isu substansial Bangsa

credit by #913

Tim Prabowo : Investasi Menurun, Penegakan Corporate Governance Belum Optimal

Terus menurunnya nilai investasi di Republik Indonesia membuat Khawatir Kubu calon presiden dan wakil presiden Prabowo-Sandiaga Uno. Mereka berpendapat hal ini dikarenakan karena Penegakan Corporate Governance Belum Optimal yang belum optimal.

Harryadin Mahardika, pengamat Kebijakan Publik dan juga Tim Kampanye  Prabowo-Sandi, mengutip laporan “CG Watch” yang dirilis oleh Asosiasi Asia untuk Tata Kelola Korporasi (ACGA) dan CLSA Limited.

Berdasarkan penelitian berdasarkan data dua tahun terakhir dinyatakan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara yang ekonominya berada pada level terbawah, berdasarkan penelitian   pada 12 negara, yang berada  di Asia Pasifik, Posisi Indonesia tahun 2018 tidak berubah dari studi yang sama tahun 2016.

“Skor-skor tersebut terkait erat dengan jalannya birokrasi dan pemerintahan. Sehingga menurut ACGA, tema perbaikan yang perlu disuarakan oleh praktisi CG Indonesia adalah CG reform low on the government’s priorities, direction unclear,” ujar Harryadin ketika diwawancara, pada hari Minggu (9/12/2018).

Haryadin memberi tanggapan, bahwa perbaikan perbaikan corporate governance di Indonesia, belum optimal dilakukan oleh pemerintah. Masalah utama yang menjadi penghambat adalah sistem brirokrasi yang ada di dalam pemerintahan kita. Dalam pandangan Haryadin, usaha untuk perbaikan CG yang digagas pemerintah  terkesan setengah-setengah. Malahan, faktor kegagalan perbaikan CG yang digagas pemerintah akibat penyelewengan, baik secara langsung maupun tidak.

“Hasil studi ini mengkonfirmasi keprihatinan BPN Prabowo-Sandi atas melemahnya penegakan corporate governance di sektor swasta dan BUMN di Indonesia,” Haryadin menjelaskan.

Haryadin juga memaparkan, hal yang sangat menyedihkan adalah merosotnya kualitas dari kinerja BUMN di Indonesia. Pelanggaran-pelanggaran CG banyak dilaporkan secara internal, sayangnya tidak pernah diberikan langkah penindaklanjutan yang jelas.

tim sukses Capres dan Cawapres Prabowo-Sandi telah melihat hal tersebut sebagai output dari ketidak seriusan pemerintah dalam menegakkan CG. Hal inilah yang menyebabkan penilaian kinerja Indonesia merosot tajam di mata investor asing.

“Mereka tentunya tidak akan tertarik berbisnis di negara yang pemerintahnya tidak punya komitmen serius dalam penegakan CG. Ini mungkin yang menyebabkan pertumbuhan investasi di Indonesia melambat sejak tiga tahun terakhir,” ujar Harryadin.

 

via Tim Prabowo : Investasi Menurun, Penegakan Corporate Governance Belum Optimal

credit by #913

Pengemudi Ojek Online : “Kami Dukung Prabowo”

Pengemudi Ojek Online adalah Profesi baru yang terlahir dari kemajuan teknologi yang saat ini serba Online. Saat ini sebagian besar sopir ojek pangkalan telah berubah status menjadi pengemudi ojek online yang bernaung dibawah GOJEK dan GRAB, dua operator utama transportasi online. Di masa Kampanye ini, sekelompok sopir ojek online menyatakan dukungan mereka kepada Prabowo Subianto sebagai presiden RI 2019-2024

Anggota pengemudi  sepeda motor online (Ojol) mengunjungi kediaman Capres, Prabowo Subianto, Jalan Kertanegara IV, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (7/12). Prabowo menerima dengan sangat antusias kunjungan Ojol.

“Pada sehat ya, tetap semangat,” ujar Prabowo.

Zulfikar, Juru Bicara Forum Gabungan Ojek Online Indonesia  menerangkan, bahwa kunjungan driver  Ojol untuk mengungkapkan semua problem yang dirasakan oleh para pengemudi ojek online selama ini. Selain itu,  kedatangan mereka, juga untuk memberikan suport pada pasangan Capres dan Cawapres Prabowo-Sandi.

“Selain kami memberikan dukungan agar Pak Prabowo menang di Pilpres 2019, kami juga menyampaikan nasib kami terkait regulasi yang selama ini belum jelas untuk para ojek online khususnya roda dua,” kutip Zulfikar  pada narasumber .

Juru Bicara Forum Gabungan Ojek Online Indonesia , Zulfikar juga memaparkan selama ini belum ada realisasi menyeluruh  terkait permohonan pengemudi ojek online tentang kejelasan regulasi bagi mereka.

“Selain kita sudah demo, bahkan ada perwakilan ojek online yang sudah duduk satu meja dengan Pak Jokowi tapi tidak ada hasilnya untuk regulasi kami,” Zulfikar memaparkan.

Dalam kesempatan sama, Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Edhy Prabowo mengamini pernyataan Zulfikar tersebut. Aspirasi puluhan ojol itu juga di ingat oleh Prabowo.

Pada saat itu juga, Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Edhy Prabowo sependapat dengan apa yang dinyatkan oleh Zulfikar. Apa yang dikeluhkan oleh para pengemudi ojol tersebut, akan dijadikan catatan khusus oleh Capres dengan nomor urut 02 tersebut.

“Pak Prabowo menerima ojek online, mereka menyampaikan beberapa permasalah kepada Capres nomor urut 02 dan mereka juga ingin meberikan dukungan. Responnya Pak Prabowo sangat positif, Insya Allah sudah kami catat yang disampaikan teman-teman ojek online tadi,” ujar Edhy.

 

via Pengemudi Ojek Online : “Kami Dukung Prabowo”

credit by #913

Komentar Prabowo Sekitar Liputan Pers Reuni 212 Hanyalah Kritik

Pers kerap kali mengkritik kebijakan, mengkritik masyarakat. Namun kita juga sadar, Pers tidak anti kritik. Pers sebagai institusi jurnalisme selalu membutuhkan kritik untuk menjadi lebih baik. Sehingga pers bisa menjadi salah satu pilar demokrasi Indonesia

KM Yulianto, pengajar Ilmu Sosial dan Politik Universitas Diponegoro Semarang di Semarang berpendapat kritik kandidat presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto pada para jurnalis sehubungan dengan Reuni 212, dikhawatirkan akan berdampak kurang baik untuk Prabowo sendiri. Dia berpendapat Sebaiknya protes   tersebut disalurkan melalui Dewan Pers.

“Ungkapannya Pak Prabowo sangat tidak pas. Sangat disayangkan. Ini dikhawatirkan bisa menjadi bumerang bagi elektabilitas Pak Prabowo sebagai capres. Mengkritik media, jurnalis, tidak begitu caranya,” ujar M Yulianto,  di Semarang, Kamis (6/12).

“Pers punya kekuatan besar di negara Demokrasi, harusnya bisa direngkuh dan diajak berteman, tidak dimusuhi. Bisa jadi bumerang yang menyerang,” ujarnya.

Prabowo merasa sangat kecewa, sebelumnya,  karena Reuni 212 di kawasan Monas pada Minggu (2/12), hanya dilipput oleh beberapa insan media saja. Kemudian, pernyataan akan jumlah total anggota Reuni 212, merupakan hal yang juga telah membuatnya sangat kecewa. Prabowo merasa bahwa pers telah berpihak dan bahkan meminta para simpatisannya untuk tidak menghormati wartawan.

Dalam pandangan Yulianto, pernyataan ini terlalu keras dan membuat insan pers antipati pada Calon Presiden nomor urut 02 tersebut. Ditambah lagi, kata Yulianto, Prabowo beberapa kali menampakkan wajah kurang suka pada wartawan.

“Kalau yang keluar nadanya keras dan disampaikan di depan publik, terlihatnya kasar. Dan tidak sekali ini saja lho Pak Prabowo itu mengkritik media,” ungkapnya.

Yulianto menambahkan bahwa kekecewaan Prabowo dengan apa yang dikatakan oleh insan media, sebaiknya disampaikan melalui saluran yang tepat, yaitu melalui Dewan Pers, atau langsung bertanya pada para eksekutif media, dimana para insan pers tersebut bernaung.

“Ya kalau ada yang tidak benar atau salah di pemberitaan, Pak Prabowo bisa [mengajukan] komplain melalui Dewan Pers atau mungkin datang ke kantor media yang disebut untuk mengklarifikasi dan meluruskan,” ujar Yulianto.

Imam Wahyudi, yang menjabat sebagai Ketua Komisi Pengaduan Masyarakat dan Penegakan Etika Pers Dewan Pers menilai, bahwa apa yang dikatakan oleh kandidat presiden nomor urut 02 tersebut, adalah sekedar kritik ringan dari seorang warga negara.

“Saya cuma melihat ini sebagai sebuah kritik. Kritik itu sebagaimana juga kritik dari siapapun, ambil manfaatnya. Namun, jika kemudian terjadi penghalang-halangan artinya ada aksi untuk menghalang-halangi jurnalis untuk meliput, itu melanggar undang-undang,” Imam menambahkan, saat diwawancarai oleh wartawan kami.

via Komentar Prabowo Sekitar Liputan Pers Reuni 212 Hanyalah Kritik

credit by #913

Tim Prabowo: Rakyat butuh berita berimbang

Kandidat presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, menyoroti  sejumlah media, yang tidak memberitakan tentang Reuni 212 dengan berimbang. Disamping itu, kandidat wakil presiden nomor 02, Sandiaga Salahudin Uno juga sepaham dengan pendapat Prabowo..

“Iya, pertama-tama Pak Prabowo menyampaikan kritik kepada kita semua. Bukan hanya kepada media, kepada wartawan, tetapi kepada kita semua, kepada elite,” ucap Sandiaga, ketika berada di Malang, Kamis 6 Desember 2018.

Sandiaga menyatakan, media harus menyediakan berita  yang seimbang dalam menyampaikan liputan, serta menampilkan secara  transparan, dalam menulis berita atau informasi yang akan diberikan kepada pembaca atau publik.

“Karena, masyarakat membutuhkan berita yang balance, berita yang betul-betul cover both side. Berita yang betul-betul membangkitkan semangat persatuan ukhuwah kita,” ucap Sandiaga.

Sandiaga menegaskan bahwa reuni Akbar 212 adalah poin penting dalam pembuktian peran media dalam meliput suatu berita. Sandiaga juga menyatakan, bahwa terdapat beberapa media telah membuktikan diri sebagai sebagai jurnalis yang handal.

“Dan, peristiwa 212 itu adalah test poin bagaimana pemberitaan. Dan, kita berterima kasih ada beberapa media yang sudah disebut seperti tvOne, Republika yang sangat balance memberikan coverage. Memberikan liputan yang melihat dari dua sisi,”  Sandiaga menjelaskan.

Kandidat presiden dari partai Gerindra, Prabowo pun sebelumnya menyatakan bahwa reuni sebesar 212, yang diadakan pada hari Minggu lalu, belum pernah terjadi di negara mana pun. Dia mengatakan bahwa 11 juta simpatisan telah ikut serta dalam acara tersebut.

“Hampir semua media tidak meliput 11 juta orang yang kumpul, belum pernah terjadi di dunia. Saya kira, ini kejadian pertama ada sebanyak itu tanpa dibiayai oleh siapapun,” tandas Prabowo.

Prabowo menganggap bahwa media mainstream semacam itu adalah bagian dari manipulasi demokratis. Prabowo menganggap bahwa mereka telah melenceng dari tugas mereka sebagai awak media.

“Media-media yang kemarin tidak mau mengatakan ada belasan juta orang, atau minimal berapa juta orang di situ, kau sudah tidak berhak menyandang predikat jurnalis lagi,” ucap kandidat presiden RI dengan nomer urut 02 tersebut

Prabowo menambahkan, “Boleh kau cetak, boleh kau ke sini dan ke sana, saya tidak mengakui Anda sebagai jurnalis lagi. Enggak usah. Saya sarankan, kalian enggak usah hormat sama mereka lagi.”

Ketum Partai Keadilan Sejahtera (PKS), yaitu Mardani Ali Sera memberi komentar tentang kekesalan calon presiden dari partai Gerindra  Prabowo Subianto pada insan media, pada Hari Disabilitas Dunia, yang diselenggarakan pada hari Rabu 5/12 . Mardani menyatakan, bahwa, pernyataan Prabowo adalah gambaran kearifan dari seorang pemimpin, yang bertujuan agar para insan media lebih bijaksana dan adil dalam menyampaikan sebuah berita.

“Jadi kalau buat saya pernyataan Pak Prabowo adalah pernyataan kebijaksanaan pemimpin agar media berlaku adil,” ucap Mardani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis 6 desember.

Prabowo terlihat kesal karena jumlah peserta pada reuni 212 tidak dilaporkan secara benar oleh banyak media. Mardani menjelaskan bahwa itu karena tidak diadakan konferensi pers yang diadakan secara resmi.

“Kalau menurut saya kemarin mungkin enggak ada konferensi pers. Kita biasanya, sesudah acara, #2019gantipresiden ingat enggak tanggal 6 Mei 2018 abis itu kita konferensi pers, kita bagiin, apa sih isinya, berapa jumlah yang hadir, semua bisa dikutip,” ujarnya

“Bahwa ada miss match karena tidak ada konferensi pers sangat mungkin,” ia menambahkan

Mardani yang merupakan politisi dari PKS menganggap bahwa jurnalis adalah mitra dari partai politik. Dia pun sangat memahami,  bahwa setiap kantor media memiliki kebijakan masing  masing.

“Ya tentu setiap media punya kebijakan redaksionalnya masing-masing dan bisaiarkan publik nanti yang menilai. Karena menurut saya ada satu peristiwa yang hot dan bernuansa politik tinggi, bisa jadi hot issue tidak dimuat, ya dia kehilangan momentum untuk attract people untuk masuk ke medianya. Jadi menurut saya itu haknya media,” ujarnya.

Prabowo Subianto menyatakan kekecewaannya terhadap wartawan selama Prabowo memberikan pidatonya, ketika ia menghadiri peringatan Hari Penyandang Disabilitas Sedunia di Grand Sahid Hotel di Jakarta, Rabu 5 desember .

“Ada saja enggak di sini, mereka ke sini nungguin gue salah ngomong,” tandas Prabowo

Prabowo menduga bahwa para insan media yang datang, hanya menunggu kesalahan Prabowo dalam mengucapkan sesuatu hal . Bila Prabowo melakukan kesalahan dalam berucap, maka hal tersebut akan menjadi modal untuk ‘gorengan’ pihak Jokowi. Prabowo mengharapkan pers untuk mengabdi kepada rakyat dengan menyajikan berita berimbang

via Tim Prabowo: Rakyat butuh berita berimbang

credit by #913