Acara Sukses Asian Games di Gelar di 10 Kota

Apresiasi terhadap keberhasilan penyelenggaraan Asian Games serta para atlet yang berprestasi dalam Asian Games seperti belum ada habisnya. Pada Rabu (13/9) malam, sebuah pagelaran bertema ‘Gebyar Sukses Asian Games’ yang diselenggarakan secara bersama oleh Anak Bangsa Juara dan BRI digelar di Gandaria City, Jakarta.

Direktur Anak Bangsa Juara, Michael Umbas mengatakan, acara ini bagian dari kesuksesan Asian Games. “Di mana kita ingin meneruskan apa yang sudah dicapai, Asian games adalah prestasi yang tidak hanya milik atlet, pemerintah, tapi seluruh rakyat Indonesia,” ucap Umbas.

Menurut Umbas, mereka yang berjuang atas nama rakyat Indonesia, sudah tentu patut diapresiasi. “Terbukti kita meraih 31 medali emas, sebuah capaian luar biasa. Peringkat empat, kita masuk jajaran elite olahraga di Asia. Salah satu sosok penting dibalik itu ada diantara kita, bapak Menpora,” lanjutnya Umbas.

Menurut Umbas, pihaknya akan meneruskan gebyar Asian games di 10 kota, membawa spirit yang sama. Mereka rindu bersama atlet juara. “Seperti apa keseruan dan perjuangan hingga mereka meraih medali emas. Selebrasi akan kita lakukan juga dilombok bersama pengungsi. Kita berharap teman-teman atlet akan bersama-sama ke Lombok,” pungkas Umbas.

Sementara, Menpora Imam Nahrawi mengatakan, acara Gebyar Sukses Asian games 2018 merupakan inisiatif yang luar biasa. “Acara ini sangat luar biasa, kami mendukung agar tidak sekadar di sini. Agar semangat Asian games tetap membara,” kucap Imam.

Menurut Imam, dirinya bukanlah siapa-siapa, tetapi hanya seorang pembantu presiden yang bersemengat untuk menyelenggarakan dan menyukseskan Asian Games. “Setiap rapat, Sejak 3,5 tahun lalu hingga bonus diberikan sebelum keringat kering. Pak Jokowi setiap saat memastikan semua berjalan baik,” tandas Imam.

Sementara, anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Soedarto Danusubroto mengatakan, sangat menghargai upaya Michael Umbas dari Anak Bangsa Juara. Di mana, dia ingin mengapresiasi seluruh pihak yang menyukseskan Asian Games di 10 Kota.

via Acara Sukses Asian Games di Gelar di 10 Kota

credit by #913

Kuli Bangunan Menjadi Relawan Gempa Lombok

Sehari-hari Tri Wahyudi (32 tahun) hanya bekerja sebagai seorang kuli bangunan di desa asalnya yakni Desa Delukan, Tulung, Klaten, Jawa Tengah. Tetapi dibalik sosoknya yang sederhana ternyata ia memiliki jiwa kemanusiaan yang luar biasa.

Ketika mendengar ada bencana gempa bumi berkekuatan 7,0 SR mengguncang Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), beberapa waktu lalu, Yudi langsung berempati kepada penderitaan yang dialami warga. Kemudian ia juga mendapat kabar ada program Recovery Indonesia dari Lembaga Amil Zakat (LAZ) Al Azhar yang akan membangun rumah tahan gempa untuk para korban. Karena ini sesuai dengan keahlian yang dia miliki Yudi langsung berniat dalam hati untuk menjadi relawan meski untuk kehidupan sehari-harinya pun sekedar pas-pasan.

“Kita bisa hidup nyaman, makan di rumah walau seadanya tapi kan enak. Sedangkan ada saudara-saudara kita di Lombok yang sedang terkena musibah gempa. Mosok kita diam saja? Namanya manusia kan harus berbagi dengan manusia yang lain”, pungkas  Yudi melalui rilis LAZ Al Azhar yang diterima Republika.co.id, Selasa (11/9).

Yudi saat di Posko Utama Dusun Batu Ampar.

Untuk bisa berangkat ke Lombok, Yudi sampai harus menjual senapan kesayangannya. Itu pun tak langsung laku. Ia jajakan senapan anginnya mulai dari jalur online hingga menawari ke temannya satu persatu selama 2 minggu.

Ketika bekalnya sudah cukup, Yudi pun langsung berangkat dengan relawan lain bersama Yayasan Klaten Peduli Ummat (YKPU) dan Forum Umat Islam (FUI) Klaten. Bekal untuk istri dan dua anaknya selama menjadi relawan juga sudah dipersiapkan. Beruntung Yudi dikaruniai keluarga yang sangat memahami dan mendukung penuh niat mulianya itu.

“Ya meski kadang ada aja tetangga yang nyinyir, katanya untuk keluarga sendiri aja susah tapi udah mikirin orang lain. Ya, itu saya anggap sebagai motivasi aja. Yang penting keluarga saya ikhlas dan terus mendoakan saya,” tutur.

Yudi saat membangun rumah.

Kini Yudi dan ratusan relawan dari berbagai daerah lain tergabung dalam tim Recovery Indonesia di Desa Sokong, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara, untuk mewujudkan program 1.000 rumah, mushala dan sekolah bagi warga Lombok.

Ternyata, ini bukan pengalaman pertama bagi Yudi. Bersama LAZ Al Azhar, YKPU dan FUI ia sudah membangun ribuan rumah untuk korban bencana mulai dari tsunami Aceh, gempa Padang dan Yogyakarta, serta erupsi Kelud dan Merapi.

via Kuli Bangunan Menjadi Relawan Gempa Lombok

credit by #913

Jangan Cepat Tergiur Oleh Rumah Yang di Jual Murah

Program Rumah Murah memang sangat membantu masyarakat berpenghasilan rendah untuk memiliki hunian. Sayangnya, spesifikasi bangunan dalam brosur, bisa jadi mengecoh pelanggan.

Program rumah murah harus benar-benar diperhatikan. Meski kini sudah ada pengembang baru dari PT Arif 89, Real Estate Indonesia (REI) meminta, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Kaltim tegas terhadap setiap pengembang. Begitu juga dengan Dinas Permukiman (Disperkim) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda.

Rata-rata, tergiur dengan penawaran harga murah. Sedangkan kondisinya jauh dari keterangan dalam brosur. Seperti yang dialami ratusan konsumen PT Tiga Kali Sembilan.

Ketua DPD REI Kaltim Bagus Susetyo menjelaskan, mendukung program rencana DPUPR Kaltim yang mengharuskan setiap pengembang wajib mengantongi sertifikasi khusus, yakni surat keterangan ahli (SKA) bidang pengembang serta sertifikat laik fungsi (SLF).

“Mengingat itu adalah rumah subsidi, memang tidak ada spesifikasi khusus. Karena itu banyak pengembang perumahan baru itu abai dengan struktur dan kelayakan bangunan,” pungkas Bagus.

REI tidak ingin masalah di PT Tiga Kali Sembilan yang dikomandoi Masykur Labarang, pria berstatus tersangka dengan pasal berlapis, terulang kembali di kemudian hari. “Makanya saya coba meyakinkan ke setiap konsumen, dan memberikan arahan untuk warga yang hendak membeli rumah,” ucapnya Bagus.

REI bukannya menyudutkan PT Arif 89, yang bukan termasuk dalam keanggotaan REI. “Bukan berarti buruk, tapi rata-rata pengembang yang bergabung di REI punya track record yang baik,” tegasnya. Kepemilikan SKA di pengembang bisa menjadi jaminan pihak perbankan untuk mengeluarkan kredit pemilikan rumah (KPR).

Bagus menilai, banyak oknum pengembang perumahan hanya meraup keuntungan, tanpa mempedulikan struktur bangunan. “Pengembang yang baik, tentu sudah mengantongi izin dari dinas terkait,” tuturnya.
Selain itu, pengembang wajib membuat perencanaan. Mulai pembangunan jalan umum, saluran pembuangan, aliran listrik, dan air, semuanya wajib dicantumkan.

Sebelumnya, Kaltim Post (Jawa Pos Group) menyempatkan diri mendatangi rumah yang dibangun pihak PT Tiga Kali Sembilan. Namun, di pengunjung 2015, pekerja tak lagi melanjutkan bangunan tersebut.

Dari beberapa keterangan developer, pengembang PT Tiga Kali Sembilan tak mengindahkan struktur bangunan. “Siapa bilang ketebalan semen tidak memengaruhi. Itu sangat krusial,” ujar Zulfikar, pengembang PT Arif 89. Dia juga melihat, membangun perumahan tidak bisa terburu-buru. Tapi, sejak berdiri 2013 silam, bangunan perumahan berdiri sangat cepat.

“Idealnya, satu rumah itu butuh sebulan,” ujarnya. Namun, kurang dari dua tahun, sudah ratusan bangunan rumah berdiri, dan kondisinya kini sangat disayangkan.

Zulfikar meyakini, struktur rumah PT Tiga Kali Sembilan, materialnya pas-pasan. “Sementara mereka dikejar pelanggan, karena sudah terima DP,” ucapnya. Namun, Zul menilai, tak mempermasalahkan bangunan rumah kopel dua atau empat. Hanya, bangunan memang dinilai Zulfikar kurang tepat.

Ditegaskan Bagus, rumah kopel empat itu tidak dibenarkan. “Maksimalnya itu hanya rumah dobel. Jadi itu syarat pihak perbankan menerima kredit pemilikan rumah (KPR),” tuturnya.

Di dalam perizinan, seharusnya lebih dulu ada pembahasan terkait izin lokasi. Termasuk lebar jalan, saluran pembuangan, dan beberapa persyaratan lainnya.

“Saya yakin pengembang itu tidak mengikuti tahapannya,” kata Bagus. Dia selalu berpesan kepada konsumen, agar memperhatikan kepemilikan surat izin lokasi.

via Jangan Cepat Tergiur Oleh Rumah Yang di Jual Murah

credit by #913

Asian Para Games 2018, Memecahkan Rekor Peserta Paling Terbanyak

Para atlet penyandang disabilitas akan unjuk prestasi di ajang Asian Para Games 2018. Multievent paralympic se-Asia itu akan berlangsung di Jakarta, 6-13 Oktober mendatang.

Sebanyak 2.888 atlet difabel dari 41 Negara akan bertarung memperebutkan 568 medali emas dari 18 cabang olahraga yang dipertandingkan. Sekaligus mencatatkan rekor peserta terbanyak sejak digelar pertama kali tahun 2010 di Guangzhou, Tiongkok.

Sebelumnya, tercatat ada 2.405 atlet yang berpartisipasi pada Asian Para Games 2010. Edisi berikutnya, Asian Para Games 2014 Incheon, Korsel diikuti oleh 2.458 atlet. ”Rekor peserta pecah. Sebelumnya belum pernah seperti ini,” Sebut Ketua Inapgoc Raja Sapta Oktohari.

Dari jumlah tersebut, atletik menjadi cabor dengan jumlah peserta terbanyak. Sejumlah 714 atlet dari 39 negara. Seluruh atlet rencananya akan tiba di Wisma Atlet Kemayoran pada 1 Oktober.

Meski begitu, lanjut Okto, jumlah negara yang berpartisipasi belum lengkap. Inapgoc masih menunggu kepastian Palestina dan Yaman. ”Kami masih terus berusaha agar dua negara itu mau mengirimkan atletnya,” ungkapnyanya.

Mengingat, jumlah atlet yang sangat banyak, panitia penyelenggara Asian Para Games (Inapgoc) akan lebih fokus menyiapkan field of play (FOP) dan penanganan kecelakaan. Tujuannya untuk meningkatkan keselamatan atlet dan meminimalkan resiko kecelakaan saat lomba.

”Kami sudah antisipasi pada game tertentu yang memiliki tingkat rawan tinggi. Namun, bukan berarti minim kecelakaan saat pertandingan,” pungkas Direktur Divisi Sport Inapgoc Fanny Riawan.

Fanny berkaca pada kasus Paralimpiade 2016 Rio, Brasil. Saat itu, atlet sepeda asal Iran, Bahman Golbarnezhad, meninggal dunia karena terjatuh saat bertanding di Sirkuit Grumari. ”Makanya sebelum kami menentukan venue, masing-masing technical delegate ikut mencoba sendiri untuk memastikan aman,” tegasnya

Untuk field of play, Fanny bersyukur mendapat bantuan Inasgoc. Matras judo, misalnya. Inapgoc menggunakan matras yang sama seperti yang digunakan saat Asian Games. Jadi secara kualitas sudah teruji.

via Asian Para Games 2018, Memecahkan Rekor Peserta Paling Terbanyak

credit by #913

Kepulangan Jamaah Haji hampir Gelombang 1 hampir Pungkas

Gelombang pertama kepulangan jamaah haji Indonesia yang bertolak ke Tanah Air hampir pungkas. Lebih dari separuh jamaah gelombang pertama telah dipulangkan melalui Bandara King Abdulaziz, Jeddah, hingga Rabu (5/9) malam.

Menurut Kasi Pelayanan Kedatangan dan Kepulangan Jamaah Daker Bandara, Muhammad Syarif, sepanjang Rabu (5/9) hingga malam hari, sebanyak 19 kloter diberangkatkan ke Tanah Air. “Jumlah yang berangkat sebanyak 7.898 penumpang terdiri dari jamaah haji sebanyak 7.803 orang dan petugas kloter 95 orang.

Sehari sebelumnya, dari Bandara berangkat sebanyak 17 kloter atau 17 penerbangan dengan jumlah sebanyak 6.915 orang terdiri dari jamaah haji sebanyak 6.830 orang dan petugas kloter 85 orang. Adapun untuk secara keseluruhan yang telah diberangkatkan dari Bandara Jeddah sampai Rabu malam sejak awal pemulangan pada 27 Agustus lalu sebanyak 158 kloter dengan jumlah sebanyak 64.886 orang. Perinciannya, jamaah haji 64.096 orang dan petugas kloter 790 orang.

Total sebanyak 203.351 jamaah haji reguler tiba di Tanah Suci pada musim haji ini. Dari jumlah itu, sebanyak 87.863 orang tiba dalam gelombang pertama Bandara Amir Muhammad bin Abdulaziz, Madinah. Jamaah gelombang pertama kedatangan itu pula yang akan berangkat pulang ke Tanah Air lebih dulu melalui Jeddah secara bertahap hingga 9 September nanti.
photo

Petugas membantu membereskan barang bawaan jamaah yang tercecer di Bandara King Abdulaziz Jeddah.

Sementara ini, sebanyak 30 kloter menuju Debarkasi Jakarta-Pondok Gede. Jumlah serupa juga dipulangkan ke Debarkasi Surabaya. Jumlah terbanyak selanjutnya adalah 28 kloter ke Debarkasi Solo dan 17 Kloter ke Debarkasi Jakarta-Bekasi.

Menurut Syarif, kinerja ketepatan waktu maskapai sejauh ini cukup baik. Dari 81 penerbangan dengan maskapai Garuda Indonesia Airlines, sebanyak 73 atau 90,1 persen di antaranya tepat waktu alias on time.

Catatan maskapai itu lebih baik dari Saudia Airlines. Dari 77 keberangkatan maskapai itu, sebanyak 60 penerbangan alias 77,92 persen diantaranya tepat waktu. “Sejauh ini alhamdulillah belum ada kendala berarti terkait kepulangan,” pungkas dia.

via Kepulangan Jamaah Haji hampir Gelombang 1 hampir Pungkas

credit by #913

Usai Dari Lombok, Prabowo Subianto Melanjutkan ziarah Ke Mamakan Gus Dur

Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan bakal calon Presiden Prabowo Subianto akan melakukan ziarah ke Jawa Timur usai menengok dan memberikan bantuan kepada korban gempa Lombok, NTT. Salah satu yang dikunjungi adalah makam mantan Presiden, Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.

“Pak Prabowo mau ziarah ke makam Gus Dur dan Kiai Hasyim Asyari,” pungkasnya Muzani di Gedung KPU, Jakarta, Rabu, 5 September 2018.

Menurut anggota Komisi I DPR ini, ziarah kali ini merupakan rangkaian ziarah sebelumnya ke makam para tokoh dan pahlawan yang sudah dijadwalkan sejak jauh-jauh hari.

“Pak Prabowo sudah ziarah ke makam Bung Karno. Karena itu, Pak Prabowo juga perlu ziarah kepada ulama yang berpengaruh dalam kehidupan keagamaan. Dalam kehidupan organisasi keislaman yang cukup besar yakni pendiri NU. Sekaligus mantan presiden yang satu lokasi di Tebuireng,” ucapnya.

Mengenai apakah dalam rangkaian perjalanan tersebut, Prabowo akan mengkonsolidasikan tim pemenangan untuk Jawa Timur, Muzani belum bisa memastikan.

“Mungkin ada. Terus terang saya belum cek agendanya. Tapi pasti ada,” katanya.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Gerindra yang juga bakal calon Presiden, Prabowo Subianto, mengunjungi pengungsi korban gempa di Desa Guntur Macan Kecamatan Gunung Sari, Lombok Barat, Rabu, 5 September 2018.

Dia didampingi juga Titiek Soeharto yang mengunjungi Posko korban gempa lombok di lapangan desa. Hadir juga Angota DPR Fraksi Grindra, Edhy Prabowo Dan Wilgo Zainar.

Saat mengunjungi pengungsi, ribuan warga antusias menyaksikan kedatangan Prabowo. Beberapa warga berteriak “2019 PAS” di tengah kerumunan. PAS diketahui merupakan singkatan dari Prabowo-Sandi.

“2019 PAS. Prabowo menang,” tuturnya warga.

via Usai Dari Lombok, Prabowo Subianto Melanjutkan ziarah Ke Mamakan Gus Dur

credit by #913

Pulang Liburan Dari Bali , Seorang Pria dari Australia Lumpuh

Seharusnya pulang dari berlibur memberikan dampak positif bagi seseorang. Tetapi tidak bagi seorang pria Australia ini. Sepulang dari liburan di Bali, ia justru tidak dapat menggerakkan tubuhnya sendiri.

Dikutip dari news.com.au, pria tersebut bernama Craig Hardy yang pada awalnya mengalami masalah pencernaan setelah pulang dari berlibur, karena diduga ia keracunan makanan di Bali. Namun gejalanya pun meningkat, selama 15 menit Craig mengalami lumpuh.

“Dia kembali dari Bali dan dalam satu hari atau lebih dia mulai merasa tidak sehat,” tutur kakak iparnya, Deborah Hardy.

“Mereka membawanya langsung ke gawat darurat dan malam itu ia lumpuh dari kepala hingga ujung kaki dan mengalami koma,” pungkas Deborah.

Pria berusia 52 itu pun akhirnya dirawat di rumah sakit sejak bulan Juni. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan, 10 minggu kemudian ia didiagnosis sindrom Guillain-Barrem (GBS), yaitu gangguan langka yang menyebabkan kekebalan tubuh menyerang sistem saraf.

Dikutip dari Mayo Clinic, gejala biasanya dimulai dengan kesemutan dan kelemahan pada kaki dan tungkai sebelum menyebar ke atas. Hal ini dapat berkembang menjadi gaya berjalan yang tidak stabil, rasa sakit yang parah, kesulitan dengan fungsi usus atau kandung kemih dan kesulitan bernapas.

“Dia (Craig) benar-benar sadar dan terbaring di sana tetapi dia tidak dapat bergerak,” ungkap Deborah.

“Pikirannya 100 persen sempurna tetapi dia terperangkap, itu seperti dikubur hidup-hidup. Sesekali dia mendapat firasat dia tenggelam karena cairan di paru-parunya yang harus dipompa keluar, tapi dia tidak bisa mengatakan apa-apa,” lanjutnya.

Sudah lewat dari masa komanya, kondisi Craig lambat laun mengalami kemajuan. Ia berkomunikasi melalui papan surat. Ia bisa melihat huruf-huruf terntu dan dengan mengedipkan mata ia bisa mengeja kalimat.

Sangat melelahkan bagi Craig untuk mengatakan apa yang dimaksud dan tidak ada yang dapat mengatakan berapa lama ia akan terperangkap dalam tubuh yang tidak responsif.

via Pulang Liburan Dari Bali , Seorang Pria dari Australia Lumpuh

credit by #913

Partai Pengusung Prabowo, Menggelar Rapat Tanpa Grindra

Partai-partai pengusung Prabowo Subianto – Sandiaga S Uno di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 menggelar pertemuan di Jakarta, Selasa (4/9) malam. Namun, rapat yang digelar di Jalan Daksa I, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan itu tanpa kehadiran wakil dari Partai Demokrat (PD).

Praktis, yang hadir dalam rapat itu adalah perwakilan Partai Gerindra, Partai Amanat Nasional dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Sedangkan agendanya adalah pertemuan para juru bicara bagi Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo – Sandi.

Sekretaris Jenderal PAN Eddy Soeparno memastikan tidak ada persoalan serius sehingga tidak ada wakil PD yang menghadiri  rapat itu. Menurutnya, partai pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono itu juga sedang menggelar acara internal.

“Mereka (PD, red) sedianya bisa bergabung jika pertemuan malam hari. Tapi karena ada agenda lain, jadi mereka tak datang,” pungkas Eddy.

Meski demikian, sambung Eddy, hasil rapat itu akan disampaikan ke PD. “Kami sampaikan rangkuman dari pertemuan itu kepada seluruh partai,” ujarnya.

Eddy dalam kesempatan itu juga menegaskan komitmen PD untuk memenangkan Prabowo – Sandi. Bahkan, katanya, PD solid bersama Gerindra, PAN dan PKS.

“Kami tidak meragukan itu (komitmen PD, red). Kami solid. Kami kompak. Tidak ada keraguan secuil pun dari teman koalisi,” paparnya.

Sekjen PKS Mustafa Kamal juga menyampaikan hal senada. Menurutnya, meski pertemuan itu tanpa kehadiran PD namun komunikasi dengan partai pemenang Pemilu 2009 itu terus berjalan.

via Partai Pengusung Prabowo, Menggelar Rapat Tanpa Grindra

credit by #913

Atlet Ini Disambut Warga, Saat Tibanya di Kampung Halaman

Tidak ada yang menyangka, Saiful Rizal, salah satu atlet sepak takraw yang telah menyumbangkan emas ke- 31 pada Asian Games lalu adalah warga lereng Gunung Semeru.

Senin siang, Saiful tiba kampung halamannya, di Desa Sumber Urip, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang.

Sebagai bentuk kebanggaan, warga sekitar mengarak atlet berprestasi tesebut, keliling kota hingga perkampungan.

Bak artis, Saiful langsung mendapatkan sambutan hangat dari keluarga, teman dan tetangganya.

Dia pun diangkat beramai-ramai hingga sampai di rumahnya. Warga juga banyak yang meminta berfoto bersama.

“Bagi keluarga dan teman-temannya, Saiful Rizal merupakan pemuda yang baik dan pendiam di desanya. Dia jarang keluar rumah kalau tidak ada kepentingan. Kami sebagai orang tuanya, juga sangat mendukung sekali profesi yang ditekuni Saiful,” ucap Katirin, ayah Saiful.

Bagi Saiful, prestasi yang diraihnya saat ini, bukanlah hal yang mudah. Dia harus berlatih selama 10 tahun demi mencapai impiannya. Tidak hanya rajin berlatih, dia pun juga rajin berdoa.

“Saya meminta restu kedua orang tua saat akan bertanding,” pungkas saiful Saiful.

Dalam perjalanan kariernya, Saiful mengaku pernah mengalami kesulitan saat mengurus kelengkapan administasi.

Saat itu akan melakukan uji coba pertandingan ke Thailand. Kini, Saiful tinggal memetik hasil dari jerih payahnya.

Sebagai rasa bangga, bupati terpilih Lumajang, Thoriqul Haq dan wakilnya, Indah Amperawati, ikut serta mengarak Saiful Rizal keliling desa dan keliling Kota Lumajang.

via Atlet Ini Disambut Warga, Saat Tibanya di Kampung Halaman

credit by #913

Pelaku Begal Tewas, Ketika Dihakimi Masa

Resah dengan ulah begal, masyarakat akhirnya bertindak dan “menghakimi” pelaku begal hingga babak belur dan bahkan kritis. Dua pelaku yang menjalani pengadilan jalanan ini yakni R (16), meninggal dunia dan Candra (18) kritis.

Candra (18) dalam kondisi kritis dan harus menjalani perawatan di RSUD Tulus Ayu, Gumawang, OKU Timur. Chandra maupun R, keduanya warga Desa Mincak Kabau, BP Bangsa Raja, OKU Timur.

Amuk massa ini berawal dari aksi begal yang dilakukan keduanya di Jalan Irigasi Desa Banjar Rejo, Belitang Jaya, OKU Timur, Minggu 2 September 2018.

Mendapatkan sepeda motor korban, kedua pelaku langsung kabur dan korban pulang ke rumah serta memberitahukan apa yang dialaminya dengan warga lainnya. Sekitar pukul 11.30WIB pelaku berhasil ditangkap massa dan menghakimi kedua pelaku, bahkan satu pelaku meninggal dunia dan satu kritis.

Adapun korban yakni Marini (47), warga Desa Banjar Rejo, Kecamatan Belitang Jaya OKU Timur. Korban saat itu berpapasan dengan pelaku yang kemudian berputar arah dan memepet korban sambil mengancam dengan senjata tajam.

“Satu pelaku tewas dan satu lagi kritis saat ini masih dirawat di RSUD Tulus Ayu Gumawang,” pungkas Kapolres OKU Timur AKBP Erlin Tangjaya melalui Kanit Pidum Ipda Alimin.

Petugas sempat melerai warga dan membawa kedua pelaku ke rumah sakit, namun salah satu pelaku meninggal dunia dalam perjalanan. Selain menghakimi kedua begal, massa juga membakar sepeda motor pelaku yakni honda beat putih.

via Pelaku Begal Tewas, Ketika Dihakimi Masa

credit by #913