Prabowo Himbau Masyarakat Waspada Kejanggalan Nama Dan Alamat Pada DPT

Terkait daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu 2019, seluruh masyarakat kembali diminta Prabowo Subianto, yang merupakan Calon Presiden nomor urut 02 untuk kembali memeriksa dengan seksama jika ada kejanggalan pada Nama dan alamat pada DPT tersebut.

Setelah timnya Badan Pemenangan Nasional (BPN) menemukan 17,5 juta DPT tidak wajar, maka Prabowo Subianto menyampaikan hal tersebut. Hal ini dikarenakan, terkait banyaknya kelahiran DPT di tanggal yang sama

“Kalau di situ masih ada nama orang yang sudah mati, tolong dilaporkan. Kalau ada yang tidak wajar tolong dilaporkan,” ujar  Prabowo menjelaskan, ketika ia menyampaikan orasinya di Cianjur, seperti dikutip dari siaran pers, pada hari Selasa 12 Maret 2019

Sehubungan dengan berbagai kejanggalan yang ditemukan pihaknya dalam DPT Pemilu ini, maka dalam kesempatan itu, Capres 02 ini menyampaikan hal itu. Prabowo mengemukakan, sebagai contoh, orang yang sudah meninggal dunia justru masih tercantum dalam daftar DPT. Capres 02, Prabowo juga menyatakan, bahwa DPT ganda banyak ditemukan pihaknya.

“Kalau ada nama seseorang beberapa kali disebut, ini aneh namanya. Nama yang sama, tanggal lahir sama, alamat sama, ini belasan kali disebut. Ini harus dibersihkan,” tutur Capres 02, Prabowo menambahkan

Walaupun demikian, apresiasi kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang telah bersedia menerima laporan dan masukan dari BPN juga dikemukakan Prabowo dalam kesempatan itu. Oleh karena Prabowo yakin, bahwa Komisi Pemilihan Umum atau yang biasa disingkat KPU mampu mewujudkan pemilu yang berintegritas, maka Prabowo, selaku Ketua Umum Partai Gerindra pun memberikan apresiasinya, yang ia sampaikan pada kesempatan itu.

“Kami sangat berterima kasih, KPU yang sekarang sangat menerima saran-saran, masukan, dan koreksi dari kita. Tampaknya, KPU kali ini mau menjadi hakim yang adil. Tapi, mungkin masih ada oknum aparat tertentu yang tidak bisa melihat arah kehendak rakyat Indonesia,” ujar Prabowo menuturkan.

Untuk sekedar informasi, bahwa terkait,  temuan 17,5 juta data pemilih janggal dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2019 pun telah diaporkan oleh Prabowo pada Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Temuan itu didapat berdasarkan penyisiran Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan Kedua (DPTHB2). Hal itu dikemukakan oleh Hashim Djojohadikusumo, yang dikenal sebagai Direktur Komunikasi dan Media BPN Prabowo-Sandi.

“Menurut kami BPN tim IT kami masih ada masalah sejumlah nama kurang lebih 17 juta 500 ribu nama ya itu minimal. Itu namanya dianggap ganda bisa juga dinilai invalid,” kata  Hashim menjelaskan,  ketika diwawancarai  di Kantor KPU, Jakarta, pada hari Senin 11 Maret 2019

Terkait temuan tersebut,seluruh masyarakat kembali diminta  untuk kembali memeriksa dengan seksama di TPS masing masing jika ada kejanggalan pada Nama dan alamat pada DPT tersebut.

via Prabowo Himbau Masyarakat Waspada Kejanggalan Nama Dan Alamat Pada DPT

credit by #913

Putra Mbah Moen : Ayah Saya Beberapa Kali Mendoakan Prabowo Subianto

Saat kedatangan calon presiden (capres) Prabowo Subianto Gus Najih, yang merupakan Putra Ulama KH Maimun Zubair (Mbah Moen) merasa harus memberinikan ceramahnya. Pada hari Selasa, 26 Februari 2019 lalu, acara itu diadakan,  saat Haul Akbar Masyaikh & Habaib se-Madura. hal tersebut juga dapa dilihat melalui channel YouTube Front Tv. Gus Najih mengatakan bahwa ayahnya (Mbah Moen) beberapa kali mendoakan Prabowo-Subianto

Pada awalnya, untuk memberikan ceramah pada haul tersebut, Gus Najih didaulat sebagai penceramah. Seketika, Gus Najih menghentikan ceramahnya, saat Gus Najih baru mulai memberikan sapaan dan bercerita soal dirinya yang bersusah payah mencapai lokasi.

“Alhamdulilah wa syukurillah saya mendapatkan anugrah dari Allah karena sampai ke sini, saya tadi cepat ke sini karena pakai motor di tengah perjalanan,” kata Gus Najih saat membuka ceramahnya

Tidak lama berselang, sejumlah ulama yang berada di atas panggung,  serta merta  melihat ke arah kanan. Ternyata, Prabowo telah hadir dalam haul itu, pada saat yang bersamaan

“Kasih jalan Prabowo mau lewat, tolong kasih jalan,” kata MC acara memberi pengarahan.

“MasyaAllah,” ujar Gus Najih senang, ketika  melihat Prabowo datang.

“Yang sebelah utara kasih jalan, mundur, saya minta dengan hormat pada undangan tolong kasih jalan,” ujar sang pembawa acara menambahkan

“Kasih jalan sebelah utara,” ujarnya lagi.

Gus Najih lalu meminta untuk menyanyikan sholawat, untuk  menyambut kedatangan Prabowo, setelah tersadar akan kedatangan Capres 02 itu

“Sholawatan aja ya?,” ujar Gus Najih bertanya.

Lalu beberapa orang terdengar melantunkan sholawat tersebut. Dalam acara itu, Gus Najih juga memberikan dukungan dalam bentuk mengajak santrinya untuk mendoakan Prabowo.

“Ahli dhawuhi  (suruh) untuk mendoakan Bapak Prabowo, alhamdulillah,” kata Gus Najih dengan khidmad.

“Santri saya, saya suruh mendoakan alhamdulillah.” tambahnya

Para hadirin yang datang ke haul tersebut pun menyambut pernyataan Gus Najih dengan riuh

“Saudara-saudara sekalian inilah kegembiraan saya persatuan umat islam kelihatan, saya harapkan Pak Prabowo mengemban amanat umat islam ini untuk jangan sampai ada persekusi pada para ulama, pada dai pesantren agar diberikan leluasa untuk mengajarkan,” ujar Gus Najih menambahkan.

Kemudian, Gus Najih lalu mengemukakan, bahwa Mbah Moen, ayah sang habib juga selalu mendoakan Prabowo

“Bahkan ayah saya mendoakan untuk Bapak Prabowo, beberapa kali,” kata Gus Najih lagi

 

 

via Putra Mbah Moen : Ayah Saya Beberapa Kali Mendoakan Prabowo Subianto

credit by #913

Kritisi WNA Pegang E-KTP, Tim Sukses Prabowo-Sandiaga Uno Dituduh Sebarkan Hoax, Padahal Itu Fakta

Ahmad Fathul Bari, yang merupakan  Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengemukakan, pada Pemilu 2019, masalah e-KTP yang dimiki warga negara asing banyak pihak sudah mengkritisinya. Akan tetapi, pihak lain menganggap BPN Prabowo-Sandi menyebarkan berita bohong atau hoax. padahal itu adalah fakta

“Berbagai pihak seolah kami yang hembuskan itu, ada hal yang kami kritisi, kami dianggap sampaikan hoax,” ujar Fathul menjelaskan, ketika ia menghadiri acara diskusi polemik ‘e-KTP, WNA & Kita’ di d’Consulate Resto & Lounge, Jalan KH Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Sabtu 2 Maret 2019

Pada Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2019 di Pangandaran, Jawa Barat, Warga Negara  Swiss hingga Waraga Negara  Jerman tercatat di Daftar Pemilih Tetap (DPT). Sedangkan, di Cianjur, Jawa Barat,  e-KTP tenaga kerja asing (TKA) China juga masuk DPT Pemilu 2019. Ketika, dilakukan inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) ke sejumlah perusahaan, seperti yang dilakukan pada peternakan ayam di Desa Cibokor, Kecamatan Cibeber, semua hal tersebut terungkap.

Sementara itu, Fathul menerangkan, bahwa dirinya pernah memeberikan kritik, terkait DPT ganda pada Pemilu 2019. DPT ganda akhirnya terbukti. Kabarnya, hal itu terjadi di Cianjur. Kenyataannya, seharusnya, WNA tidak diperbolehkan memilih pada Pemilu 2019.

Pada hari Kamis, 13 Desember 2018 lalu, telah diberitakan, data pemilih berpotensi ganda telah dilaporkan oleh tim sukses Prabowo. Dari data pemilih tetap hasil perbaikan ke-1 (DPTHP-1), data ganda ini ditemukan. Hal ini mudah diketahui, karena empat digit angka NIK pada data tersebut masih ditutupi bintang

“Kami sudah kritisi masalah DPT ternyata terbukti ada. Di Canjur kasus ini dibilang superhoax, jangan sembarangan harusnya, pemerintah bisa lebih bijak,” ujar Fathul.meneruskan penjelasannya

Fathul juga menghimbau, melalui Kemendagri,  pemerintah harus  membuka data e-KTP WNA ke publik. Ia juga menegaskan, bahwa pemerintah harus merapikan data e-KTP WNA. Penerbitan e-KTP kepada Warga Negara Asing seharusnya diberikan warna khusus , jangan disamakan dengan e-KTP warga negara Indonesia. penerbitan e-KTP ini sudah dikritisi oleh  tim sukses Prabowo-Sandiaga uno beberapa waktu lalu, namun mereka dituduh menyebar hoax oleh pihak pihak tertentu

 

via Kritisi WNA Pegang E-KTP, Tim Sukses Prabowo-Sandiaga Uno Dituduh Sebarkan Hoax, Padahal Itu Fakta

credit by #913

Purnawirawan TNI POLRI Jateng DIY Siapkan Strategi Pemenangan Prabowo-Sandiaga Uno

Di Grand Pacific Hall, Jalan Magelang Km 4,5, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Prabowo datang  Untuk menyampaikan pidato kebangsaan sekaligus menerima deklarasi dukungan dari purnawirawan TNI/Polri Jateng-DIY, maka Prabowo hadir dalam acara itu. purnawirawan TNI/Polri Jateng-DIY pun telah menyiapkan strategi pemenangan Prabowo di Jawa Tengah dan DIY

Dari purnawirawan TNI/Polri DIY-Jateng Prabowo Subianto, yang merupakan Capres nomor urut 02 menerima deklarasi dukungan. Dengan dipimpin oleh mantan Pangkostrad, Letjen TNI (Purn) Bibit Waluyo, pembacaan deklarasi itu diwakilkan. Acara diselenggarakan di Grand Pacific Hall, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Prabowo tiba sekitar pukul 13.15 WIB, dari pantauan sebuah Portal Media. Ia datang dengan memakai peci dan kaca mata hitam dan dipadukan dengan baju warna krem. Sambutan yang sangat antusias pun diberikan oleh relawan dan pendukungnya.

Beberapa waktu lalu, ketua panitia acara, Letjen TNI (Purn) Bibit Waluyo menyebutkan acara deklarasi akan diikuti 4.000 orang, terdiri dari perwakilan purnawirawan TNI/Polri dari DIY sekitar 700 orang, purnawirawan TNI/Polri dari Jateng sekitar 900 orang, alumni universitas-universitas di DIY-Jateng sekitar 300 orang dan relawan lainnya.

“Dengan dilandasi tekad yang kuat, kesadaran dan keikhlasan yang tinggi tanpa pamrih serta tanpa tekanan dari siapapun, menyatakan siap memberikan dukungan sepenuhnya untuk memenangkan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada Pilpres tanggal 17 April 2019,” seru  Bibit, ketika ia membacakan naskah deklarasi, Rabu 27 Februari 2019

Mantan Jenderal TNI (Purn) Djoko Santoso yang juga dikenal sebagai Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Titiek Soeharto, dan beberapa tokoh lainnya turut menghadiri acara itu. Kemudian, kepada para purnawirawan yang menyatakan diri untuk memenangkannya di Pilpres 2019 Prabowo memberikan salam hormatnya, setelah selesai pembacaan deklarasi.

“Ya memenangkan Pak Prabowo dengan segala upaya yang bisa kita lakukan. Mulai dari berdoa, gethok tular (menularkan pemahaman) kepada yang sesumur, sekasur, sedapur. Kita ajak keluarga, kerabat, lingkungan sekitar untuk memilih Pak Prabowo di Pilpres 2019,” ujar Bibit ketika diwawancara wartawan di Grand Pacific Hall, Jalan Magelang Km 4,5, Sleman, DIY, Selasa 26 Februari 2019

Puluhan ribu purnawirawan TNI Jateng-DIY memastikan mendukung capres nomor urut 02, Prabowo Subianto adalah hal yang diklaim oleh  Letjen TNI (Purn) Bibit Waluyo. Lalu, untuk memenangkan Prabowo, strategi ‘perang’ yang digunakan oleh para purnawirawan? Tentara Punya Cerita..

via Purnawirawan TNI POLRI Jateng DIY Siapkan Strategi Pemenangan Prabowo-Sandiaga Uno

credit by #913

Logistik Minimalis, Prabowo-Sandiaga Tidak Bisa Bagi-Bagi Uang Kepada Pendukungnya

Menjelang tanggal 17 April nanti, Tim Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi menyebut tidak akan melakukan bagi-bagi uang. Hal tersebut dikarenakan, logistik paslon nomor urut 02 itu juga tidak banyak alias minimalis , selain itu tindakan bagi bagi uang dan sembako juga dinilai melanggar aturan pemilu.

“Hari ini posisi Pak Prabowo dan Pak Sandiaga Uno lagi tidak banyak logistik. Tapi kami diuntungkan oleh momentum,” ujar Priyo Budi Santos, sebagai Wakil Ketua BPN ketika dimintai keterangannya oleh pihak kami, di Hotel Wyndham, Surabaya, Senin 25 februari 2019

Priyo juga menambahakan, dalam hal ini, momentum adalah dukungan dari berbagai kelompok masyarakat walaupun tanpa dukungan logistik yang serba “wah”

“Momentum itu kita dapatkan karena sekarang seperti bola salju seperti kelompok masyarakat seperti emak-emak, pengajian, milenial itu bergerak secara alamiah tanpa mendapatkan sentuhan dukungan logistik apapun dari tim tim sukses kami BPN,” ujar Priyo menerangkan. .

Maka dari itu, kepada masyarakat khususnya para pendukung Prabowo-Sandi ia mengimbau agar tetap menjaga momentum tersebut, khususnya di pulau Jawa

“Dan kejadian ini terjadi juga termasuk di zona-zona Jawa ini. Oleh karena itu, nggak bakalan mungkin kami ikut-ikut cara-cara membagi-bagi duit semacam itu,” kata Priyo menegaskan

Kemudian, Priyo Budi Santoso, sebagai Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi juga menyatakan, jelang tanggal 17 April mendatang, agar masyarakat tak ragu menerima money politic

“Kalau ada pihak-pihak yang melakukan (money politic), saya sebagai wakil ketua BPN Prabowo-Sandi menganjurkan terima duitnya,” ujar Priyo menjelaskan, setelah ia selesai menghadiri pelantikan relawan Jatim dan deklarasi dukungan Prabowo-Sandi, yang digelar di Hotel Wyndham, Surabaya, Senin 25 Februari 2019

Priyo juga memberi saran,  agar masyarakat tidak terpengaruh untuk memilih orang atau calon dari si pemberi uang itu, walau ia mengimbau untuk menerima uang atau sembako menjelang coblosan. Hal yang dinyatakan oleh Priyo tersebut, setelah capres Prabowo yang menyebut ada elite-elite di Jakarta yang akan membagi-bagikan uang menjelang Pemilu 2019

“Tetapi jangan pilih orangnya,” kata Priyo, yang juga mantan politisi Partai Golkar itu memberikan sarannya

Saat ini Kubu Prabowo-Sandiaga hanya memiliki logistik kampanye yang sangat terbatas, Jangankan untuk bagi-bagi uang kepada pendukungnya, sekedar bagi bagi spanduk saja sangat susah.

via Logistik Minimalis, Prabowo-Sandiaga Tidak Bisa Bagi-Bagi Uang Kepada Pendukungnya

credit by #913

Prabowo-Sandiaga Uno Ditolak Berkampanye Oleh Pendukung Petahana di Bali

Di Bali, pendukung Jokowi telah diberitakan menolak Kunjungan kampanye  kubu Prabowo-Sandiaga Uno. Menanggapi hal itu, Arsul Sani, yang merupakan Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma’ruf meminta, agar penolakan pendukung Jokowi di bali tersebut tak dijadikan isu politik

“Penolakan seperti itu sendiri bisa jadi memang ada, tapi seyogyanya tidak kemudian dikapitalisir menjadi isu politik untuk membangun citra sedang dizalimi oleh penguasa,” Arsul ketika dimintai keterangan di Jakarta, Senin 25 Februari 2019

Sejumlah aksi penolakan terhadap Capres/Cawapres nomor urut 02 di berbagai daerah di Indonesia disayangkan oleh Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno

“Kami sangat menyesalkan dan prihatin dengan aksi itu, sebab Prabowo-Sandiaga diganggu dengan cara-cara yang intimidatif,” kata Priyo Budi Santoso , selaku Wakil Ketua BPN  di Surabaya, Senin 24 Februari 2019

Priyo budi Santosos pun mengemukakan sebuah contoh di kawasan Bulak-Kenjeran, kala itu, Prabowo Subianto mendapat “sambutan” dari massa yang mengatasnamakan pendukung Jokowi. Selain itu, Sandiaga Uno, di salah satu desa di Tabanan, Bali pada akhir pekan kemarin harus membatalkan kunjungannya dengan alasan sama.

Priyo menilai, semua pihak sebaiknya tidak boleh membiarkan cara-cara memobilisasi massa untuk mencegah Prabowo- Sandi

“Cara intimidatif tidak akan laku dan publik akan melihat bahwa ini perlakuan tidak adil,” ujar Priyo yang juga dikenal sebagai  sekretaris jenderal DPP Partai Berkarya tersebut menjelaskan

Priyo yang juga dikenal sebagai Mantan politikus Golkar itu juga menyatakan, bahwa daerah tertentu tidak boleh diklaim sebagai salah satu basis tertentu

“Kami dilarang Prabowo melakukan penghadangan jika ada Pak Jokowi atau Kiai Ma’ruf berkunjung ke daerah,” tutur Priyo, selaku wakil ketua DPR RI periode 2009-2014 tersebut menegaskan.

Sebagai informasi,  penolakan penolakan pendukung petahana terhadap tim sukses Prabowo-Sandiaga Uno telah terjadi di beberapa wilayah. Tim Kampanye Prabowo-Sandiaga Uno juga ditolak berkampanye di bali oleh pendukung capres petahana, Jokowi-Ma’ruf Amin, sehingga Sandiaga Uno dan rombongan gagal berkampanye di bali. Demi menjaga situasi tetap kondusif, maka Sandiaga Uno dan rombongan mengalah kembali ke bandara dan melanjutkan kunjungan kampanye di daerah lain.

via Prabowo-Sandiaga Uno Ditolak Berkampanye Oleh Pendukung Petahana di Bali

credit by #913

Prabowo Faham Makna dan Bahaya “Unicorn” Tapi Tidak Tau “Unicon”

Fadli Zon, yang dikenal sebagai Wakil Ketua Umum Gerindra menerangkan, terkait masalah yang telah dikemukakan oleh calon presiden (capres) Joko Widodo (Jokowi) saat debat, Minggu pada tanggal 17 Februari 2019 lalu,  terkait soal istilah unicorn,  memberikan penjelasannya tentang kesalahfahaman yang ditangkap Prabowo Dalam sesi debat kedua. Ia seolah olah mendengar Jokowi mengucapkan “Unicon”, padahal yang dimaksud adalah “Unicorn” yaitu perusahan rintisan bernilai di atas seratus juta dollar. dan Prabowo juga sudah memprediksi bahaya yang ditimbulkan dari “Unicorn” yang saat ini sudah didominasi kepemilikannya oleh asing

Ketika menjadi narasumber di acara e Talk-show tv One, pada hari Jumat (22/2/2019), Fadli Zon menjelaskan hal itu,. Pada awalnya, Wahyu Muryadi, sebagai pembawa acara e-Talk show menanyakan soal capres yang didukung Fadli Zon, yaitu Prabowo. Hal itu disebabkan, karena dari Jokowi saat debat,  capres Prabowo dianggap tidak lebih memiliki potensi

“Banyak yang juga mengkritik tim paslon 02 ini rese’ ribet saja mempersoalkan tetek-bengek, padahal kan sudah jelas dalam debat ini kan kayaknya unggul yang 01, katanya begitu,” tutur Wahyu Muryadi memaparkan.

Fadli Zon pun menyangkal, ketika ia memberikan tanggapannya pada hal itu. Fadli Zon menyatakan bahwa Prabowo lebih unggul karena lebih banyak membicarakan soal rakyat.

“Kalau menurut saya sih unggulan pasti paslon 02, kenapa? Kalau kita lihat di situ Pak Prabowo itu bicara soal rakyat, kalau Pak Jokowi bicara soal kompetisi bebas, atau revolusi 4.0,” ucap  Fadli Zon ketika menjawab pertanyaan itu.

“Unicorn?,” ujar pembawa acara, yang mengeluarkan istilah yang populer, ketika mengajukan pertanyaan saat debat.

“Unicorn, bukan unicon,” ujar Fadli menarangakan, seraya memberikan pengejaan yang berbeda.

“Lah ngomongnya apa?,” ujar Wahyu balik bertanya

Fadli Zon pun menjelaskan bahwa bertanya soal pengejaan kata Jokowi yang tidak benar, saat debat tersebut.

“Pak Prabowo sebenarnya mengoreksi itu, unicorn? Ada R nya, bukan unicon,” ujar Fadli menjawab.

“Oh bukannnya Pak Prabowo enggak ngerti?,” tutur pembawa acara meneegaskan.

“Ya ngerti dong, masak kita enggak ngerti kan, kalau popcorn aja ngerti apalagi unicorn,” kata Fadli menjawab pertanyaan itu seraya tertawa terbahak-bahak.

“Itu bukan unicon tapi unicorn,” kata Fadli lagi

“Oh spelling-nya?,” (pengejaan) ujar Wahyu bertanya lagi.

“Kalau unicon itu enggak jelas,” ucap  Waketum Gerindra ini.

Kesalahfahaman Prabowo di debat kedua terjadi karena seolah olah Jokowi mengucapkan kata “Unicon”, padahal yang dimaksud Jokowi adalah “Unicorn”, tentu saja Prabowo mengerti makna “Unicorn” bahkan ia sudah memprediksi bahaya dari “Unicorn” di Indonesia yang faktanya sudah dikuasai Asing. Ia khawatir kalau “Unicorn” tersebut membuat devisa terkuras lebih cepat, lari ke luar negeri.

via Prabowo Faham Makna dan Bahaya “Unicorn” Tapi Tidak Tau “Unicon”

credit by #913

Ulama Dan Kaum Intelektual Jawa Timur Dukung Prabowo-Sandiaga

Calon Presiden (Capres) Prabowo Subianto Mendapat dukungan  aliansi ulama dan Kaum Intelektual, ketika ia berkunjung selama 2 jam lebih di Pondok Pesantren (PP) Riyadlul Jannah, Mojokerto Jawa timur. Sejumlah amanah pun diberikan oleh Para ulama dan kaum intelektual pada Prabowo, selaku Capres nomor urut 2. Lalu, apa saja amanh mereka?

Bertempat di kantor pusat PP Riyadlul Jannah, Kecamatan Pacet, pertemuan antara Prabowo dengan dengan para ulama dan Kaum Intelektual diadakan pada pukul 20.00-22.16 WIB. Bersama dengan Aliansi Ulama Madura, Aliansi Ulama Tapal Kuda, Aliansi Profesor dan Rektorat, Dzuriah NU, serta habaib dari seluruh Indonesia Prabowo Subianto, yang juga sebagai Ketum Partai Gerindra melakukan tukar pikiran.

Dengan para tokoh bangsa ini, Prabowo mengatakan, bahwa ia sangat  gembira  dapat bersilaturahim. Prabowo terus menekankan apresiasi mendalam terhadap PKS sebagai partai koalisi Prabowo. Selain itu, Prabowo menyampaikan kesan yang mendalam

“Saya tekankan apresiasi yang mendalam untuk dukungan umat Islam dan PKS, mari kita bangun bangsa Indonesia bersama-sama,” tutur Prabowo menjelaskan, Minggu 24 Februari 2019

Sayangnya,  Prabowo tidak sempat memberikan waktu untuk mewawancarainya. Prabowo bergegas masuk ke dalam mobilnya ketika ia meninggalkan  kediaman Pengasuh PP Riyadlul Jannah.

Muhammad Yusuf Misbah, yang merupakan Humas PP Riyadlul Jannah dan juga menjabat sebagai Ketua Panitia Penyambutan Prabowo mengemukakan, Prabowo banyak mendapat masukan dari para ulama dan Kaum intelektual, dalam pertemuan kali ini. Jika terpilih sebagai Presiden pada Pilpres 2019 Prabowo diharapkan mampu mengharmoniskan perbedaan yang ada di Bangsa Indonesia. Hal itu merupakan salah satu wejangan untuknya

“Karena saat ini sangat terasa adanya pengkotak-kotakan, khususnya dalam kita beragama. Kemudian kotak mengkotak antar suku bangsa. Ini yang tidak diinginkan. Persatuan dan kesatuan Republik Indonesia yang paling utama,” kata Yusuf kepada wartawan di lokasi, Sabtu malam, 23 Februari 2019

Yusuf juga menambahkan, Prabowo juga diminta untuk membuktikan kecintaannya terhadap para ulama dan kaum intelektual yang telah mendukungnya, selain diamanahi menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Hal tersebut adalah salah satu cara untuk menyingkirkan tuduhan, bahwasannya prabowo adalah orang yang anti ulama, seperti yang selama ini diarahkan kepadanya

“Insyaallah Pak Prabowo juga sudah komitmen nanti jika diamanahi menjadi pemimpin, beliau tidak akan meninggalkan ulama. Bahkan beliau akan terus datang bersilaturahmi di tempatnya para ulama,” tutur Yusuf menandaskan

via Ulama Dan Kaum Intelektual Jawa Timur Dukung Prabowo-Sandiaga

credit by #913

Pasca Debat Kedua, Elektabilitas Prabowo-Sandiaga Uno Di Jawa Tengah Meningkat

Ahmad Muzani, selaku Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional ( BPN) menyatakan, di Jawa Tengah (Jateng), perolehan suara pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno naik. Oleh karena belakangan ini Prabowo-Sandiaga gencar melakukan kampanye di Jawa Tengah, maka mereka dapat menaikkan elektabilitas mereka

“Suara Pak Prabowo di Jawa Tengah sudah mulai meningkat. Suara Jokowi berkurang,” katar Muzani menjelaskan, ketika ia diwawnacara di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat 22 Februari 2019.

Akan tetapi, di Jawa Tengah berdasarkan survei internal yang dilakukan BPN, Muzani tidak menyatakan denagn rinci berapa besar kenaikan elektabilitas Prabowo. Purbalingga, Banjarnegara, Blora, dan Grobogan adalah empat kabupaten, yang dikunjungi oleh Prabowo di Jawa Tengah pada awal Februari lalu

Di Grand Ballroom Hotel Po, Semarang, Prabowo yang juga dikenal sebagai Mantan Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus itu memberikan pidato kebangsaan. Pihak Prabowo-Sandi memang berkaca dari kekalahan mereka di tahun 2014, bahwa saat it, pasangan Prabowo-Hatta mengalami kekalahan terbesar di Jawa Tengah. Sejumlah isu, antara lain isu korupsi, penghentian impor, dan pertanian adalah yang diangkat oleh Prabowo. Perilaku para elite yang kerap mencuri anggaran pun menjadi sorotan Prabowo, selain isu tersebut.

Prabowo beranggapan, penyebab tingginya angka kemiskinan disebabkan oleh prilaku para elite tersebut. Muzani tidak merasa khawatir, Prabowo akan kehilangan suara di Jawa Barat walau ia dan tim suksesnya lebih fokus berkampanye di Jawa Tengah. LSI Denny JA menilai, trobosan Joko Widodo, sebagai calon presiden nomor urut 01 tidak banyak mengubah arah dukungan. Pasangan Prabowo-Hatta menang telak dari pasangan Jokowo-Jusuf Kalla, ketika Pilpres 2014

“Di Jabar ya kami jaga. Jawa tengah ya kami intersepsi. Jawa Timur juga sama. Kita lihat saja nanti,” ujar Muzani menambahkan.

“Sukoharjo belum, tapi misalkan kegiatan kegiatan Pak Sandi di Wonogiri, di Boyolali di tempat yang kabupaten relatif sangat merah, kita kemarin melakukan kegiatan di tempat tersebut, beberapa titik di situ kita mendapatkan sambutan antusias luar biasa,” ujar  Ferry memaparkan pada pihak kami

Untuk memenangkan Pilpres 2019, provinsi Jawa Tengah (Jateng) terus akan digempur oleh pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Saat ini, di beberapa Kabupaten/Kota paslon nomor urut 02 itu mendapat tren suara positif

Ferry Juliantono, salah seorang Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi mengemukakan, di wilayah Tegal, Brebes, Kebumen, Sragen, Karanganyar, Banjarnegara, dan Semarang Prabowo-Sandi mendapat tren elektabilitas meningkat, terutama setelah debat capres kedua tanggal 17 februari 2019

 

via Pasca Debat Kedua, Elektabilitas Prabowo-Sandiaga Uno Di Jawa Tengah Meningkat

credit by #913

Prabowo-Sandiaga Uno Akan Dirikan Bank Tani dan Nelayan Untuk Bantu Permodalan

Edhy Prabowo, selaku Direktur Legislatif Badan Pemenangan Nasional (BPN) mengemukakan, jika terpilih pada Pilpres 2019 mendatang, capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno berkomitmen bagi para petani dan nelayan, ia akan memberikan kemudahan akses permodalan. Dengan mendirikan bank tani dan nelayan .

“Pak Prabowo dan Pak Sandi jika dipercaya memimpin negeri ini maka kita akan membangun bank tani dan nelayan untuk mempermudah akses permodalan. Dan itu bukan untuk infrastruktur tapi khusus para petani dan nelayan,” ujar Edhy seperti dikutip dari siaran pers tim media center pasangan Prabowo-Sandiaga, pada hari Kamis 21 Februari 2019

Saat ini, Edhy menyatakan, terkait permasalahan kesejahteraan para petani dan nelayan, pemerintah belum belum mendapat jalan untuk meningkatkannya. Kesulitan itu terjadi dikarenakan, untuk mendapatkan akses permodalan, para petani sanagt sulit untuk mendapatkannya.

Di lain pihak, sebagian besar dari mereka menjadi buruh tani yang mengelola lahan pertanian milik orang lain., yang membuat di Indonesia yang tidak memiliki lahan juga menjadi permasalahan. dan para petani susah menjangkau akses permodalan, Sementara program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dinilai belum bisa menjawab permasalahan

“Terutama dari sektor keuangan atau sektor kredit yang katanya mudah bagi petani, katanya ada KUR (Kredit Usaha Rakyat) yang tidak perlu ada agunan, tapi nyatanya tidak bisa menjawab juga permasalahan para petani untuk akses permodalan,” ujar Edhy menjelaskan.

Edhy Prabowo, yang juga dikenal sebagai Ketua Komisi IV DPR itu pun menekankan, untuk membuat kebijakan yang berpihak pada para petani dan nelayan merupakan tugas pemerintah.

“Negara harus hadir dalam menjaga keberpihakannya kepada yang lemah dalam hal ini adalah para pelaku usaha pertanian di sektor yang paling kecil. Karena para petani kita itu tidak semuanya memiliki lahan” ujar Edhy

Petani dan Nelayan umumnya terdiri dari warga yang dianggap kurang “Bankable” sehingga pihak bank umumnya agak sulit menyediakan kredit untuk mereka. Maka dibutuhkan institusi khusus yang dapat menyediakan modal tanpa syarat berbelit dengan insentif khusus dari pemerintah, sehingga akses modal lebih mudah didapatkan para petani dan nelayan. karena hal itu, Prabowo-Sandiaga Uno Akan mendirikan Bank Tani dan Nelayan Untuk membantu Permodalan dengan persyaratan yang mudah dan tidak berbelit

via Prabowo-Sandiaga Uno Akan Dirikan Bank Tani dan Nelayan Untuk Bantu Permodalan

credit by #913