Foto Prabowo-Sandiaga Diganti Foto Mirip Tikus, Dipasang di Billboard di Pinggir Jalan

Ketua Tim sukses  Prabowo Subianto – Sandiaga Uno, Kabupaten Lebak, Bambang SP memprotes  pemasangan alat peraga kampanye Capres dan Cawapres di wilayah Balong Ranca Lentah, Kelurahan Rangkasbitung Barat, Kabupaten Lebak. alat peraga kampanye tersebut menunjukkan kertas suara pada kolom nomor urut 02 seperti bergambar tikus.  Bambang mengatakan, laporan mengenai alat peraga kampanye bernada provokatif itu bukan dari simpatisan atau relawan tapi masyarakat.

“Kita dapat kabar bukan dari relawan tapi masyarakat ini luar biasa,” ujar Bambang menjelaskan, seperti dikutip dari salah satu Portal, pada hari Rabu (30/1/2019).

Keterlibatan masyarakat dalam melaporkan hal tersbut diapresiasi tim sukses Prabowo-Sandiaga Uno. hal ini menunjukkan kepedulian masyarakat kepada Prabowo-Sandiaga Uno. meskipun mereka tidak termasuk dalam tim sukses ataupun sumpatisan, namun mereka melaporkan hal yang merugikan  Prabowo-Sandiaga Uno.

Tim Sukses Prabowo-Sandiaga Uno secara resmi melarang tim sukses dan simpatisannya untuk menyebar hoaks dan provokasi. hal ini untuk menciptakan suasana pemilu yang sejuk dan mempersatukan bangsa. hal ini tentu menjadi kewajiban kita semua untuk membantu menjaga suasana yang kondusif

Bambang menilai, setelah dianalisa lebih jauh, ternyata, gambar dalam bilboard tersebut bertuliskan kalimat ‘Kami Mah Hayang Tetap Jokowi – Ma’ruf’ ini memunculkan gambar pada kolom nomor urut 02 menyerupai gambar mirip tikus.

“Pasangan nomor urut 01 gambar Jokowi -Ma’aruf Amin, seharusnya atau seyogianya itu nomor urut 02 kosong atau hitam, ini malah gambar menyerupai tikus,” kata Bambang menambahkan

Dengan adanya pemasangan dan pemasangan billboard tersebut di Kabupaten Lebak membuat anggota DPRD Lebak dari Fraksi Partai Gerindra ini merasa kesal

Berkenaan dengan hal tersebut, BPN Prabowo – Sandiaga bermaksud untuk menyampaikan laporan ke Bawaslu. Bambang juga berharap, laporan mereka bisa ditangani dan Bawaslu dapat melakukan pengusutan untuk mencari siapa pelakunya.

“Kita laporkan ke Bawaslu untuk ditindak lanjuti, kalau selama satu sampai dua hari tidak ditindak. Kita dari BPN Prabowo Sandi akan melaporkan secara resmi. Kami menyayangkan paslon kami Prabowo – Sandi disamakan seperti tikus , itu kan suatu perendahan karena tikus ini condongnya korupsi,” ujar Bambang menandaskan

 

via Foto Prabowo-Sandiaga Diganti Foto Mirip Tikus, Dipasang di Billboard di Pinggir Jalan

credit by #913

Utusan Kepala Suku-Suku Papua Bertekad Menangkan Prabowo-Sandiaga

Pada hari Kamis malam, 31 Januari 2019, sejumlah Kepala Suku dari wilayah Papua Barat mendatangi Sandiaga Uno,  calon wakil presiden nomor urut 02 di Prabowo-Sandi Media Center Jalan Sriwijaya I nomor 35.  Penasihat tujuh Kepala Suku Kabupaten Teluk Bintuni dan Ketua Relawan Batu Api Kabupaten Fak Fak, Papua Barat datang bertamu untuk bersilahturahmi, sekaligus mendeklarasikan dukungannya dan bertekad memenangkan Pasangan Prabowo-Sandi pada Pilpres 2019.

“Memang kami adalah timnya wong cilik. Tapi kami adalah timnya masyarakat Kaki Abu. Kami datang untuk menyampaikan kepada bapak, bahwa kami siap mendukung bapak dan Pak Prabowo sebagai capres dan cawapres, dan kami siap untuk tekad bulat memenangkan,” kata Yusuf Patiran,   Ketua Relawan Batu Api, kepada Sandiaga Uno menjelaskan.

“Dan kami siap dengan tekad bulat memenangkan Pak Prabowo dan Pak Sandi di Papua Barat,” ujar Yusuf lagi

Sebagai simbol persaudaraan bagi seluruh rakyat Indonesia, pada kesempatan itu Sandi juga diberikan sebuah Topi Cendrawasih dan Tas Noken khas Papua

“Falsafah kehidupan yang kami simpulkan dengan songko merah sebagai simbol nasionalisme, agama. Dan bagi kami orang Indonesia Timur, kain merah di kepala itu adalah simbol nasionalisme, agama dan adat. Istilahnya luas dan menyeluruh, senasib dan sepenanggungan, berjiwa satu, bangsa dan satu negara,” kata Yusuf Fatiran lebih lanjut. Para kepala suku tersebut menyampaikna pesan kepada Prabowo dan Sandi, jika terpilih menjadi presiden dan wakil presiden 2019 mendatang, maka mereka harus tetap amanah.

“Mudah-mudahan ketika bapak menjabat nanti, bapak akan melihat kita sebagai keluarga. Jadi merah di kepala, putih di hati, saya yakin bendera merah-putih akan berkibar dengan baik dan tenang,” ujar Yusuf Fatiran, sambil menjabat tangan Sandi

Utusan Kepala suku di papua telah datang kepada Prabowo-Sandiaga Uno untukmenyatakan dukungan mereka terhadap Prabowo pada pemilihan presiden 2019. Mereka menginginkanperubahan yang lebih baik di papua. Program infrastruktur yang ada saat ini akan diteruskan olrh Prabowo Subianto. Sebagai informasi, pembangunan jalan trans papua sudah dimulai sejak era presiden Habibie dan diteruskan oleh pemerintahan selanjutnya sampai pada pemerintahan Jokowi.

via Utusan Kepala Suku-Suku Papua Bertekad Menangkan Prabowo-Sandiaga

credit by #913

Rangkul Keluarga PKI Bersama Bangun Bangsa, Prabowo-Sandiaga Uno Dituduh Primitif

Raja Juli Antoni, yang juga  Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menganggap kebijakan tim sukses Prabowo Subianto primitif. Raja Juli Antoni,  ia menanggapi rencana tim sukses Prabowo-sandiaga Uno yang akan menerima dukungan cucu dan cicit Partai Komunis Indonesia (PKI) dan akan mereka terima dengan tangan terbuka dan mengajak keluarga eks PKI untuk bersama sama membangun bangsa.

“Ini menunjukkan cara berpolitik paling primitif,” kata Raja Julli Antoni, yang akrab dipanggil  Toni ketika diwwancara pihak kami, pada hari Senin 28 Januari 2019.

Raja Juli Antoni juga menyatakan, karena selama ini selalu menyuarakan gerakan antikomunisme, maka politik Gerindra dinilai jauh dari politik nilai dan politik ideologis “Gerindra yang selama ini selalu mengemukakan bahaya laten PKI, bahaya laten komunis tapi sekarang malah mengharapkan dukungan (mereka) untuk memenangkan Prabowo.” ujar Raja Julia Antoni mengutip pernyataan Hashim.

berdasarkan hal tersebut, Toni menialai,  Gerindra telah mementahkan ideologi demi kekuasaan.

Hashim DjojoHadikusumo mengemukakan, dukungan dari pihak manapun akan diterima, termasuk dari keturunan dari orang-orang yang terafiliasi dengan PKI, Gerindra menerima dukungan dari siapapun dan dari manapun, hal ini ia nyatakan, karena adanya pertanyaan mengapa Gerindra lekat dengan dukungan Front Pembela Islam (FPI) dan organisasi terlarang yang sudah dibubarkan, seperti , Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Hashim mengemukakan, karena ingin bersama sama membangun bangsa, maka hal itu diungkapkannya.

“Bahkan, dukungan dari anak cucu dan cicit PKI, kami terima. Asalkan Prabowo tidak dibawa ke arah palu arit,” kata Hasim  adik Prabowo Subianto, ketika ia menghadiri acara Dialog Nasional Kebhinekaan di bilangan Kebayoran, Jakarta Selatan.

“Jadi, akhirnya diakui sebagai warga negara oleh Gerindra. Yang bermasalah kan orang tua atau kakek mereka.”

Gerindra mengakui keturunan anggota PKI sebagai warga negara biasa yang tidak ada sangkut pautnya dengan urusan politik masa lalu. Mereka sebagai elemen bangsa dirangkul untuk bersama sama membangun bangsa dengan setara, membangun bangsa dengan sekuat tenaga dan pikiran. meskpun upaya ini harus berujung sindiran “primitif” oleh kubu rivalnya

via Rangkul Keluarga PKI Bersama Bangun Bangsa, Prabowo-Sandiaga Uno Dituduh Primitif

credit by #913

Tim Sukses Prabowo-Sandiaga Apresiasi UGM Bahas Visi Misi Capres 2019

Sudirman Said,  Direktur Materi dan Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi memberikan apresiasinya pada Universitas Gajah Mada (UGM). Apresiasi tersebut khususnya ditujukan kepada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) yang telah menyelenggarakan acara dialog interaktif. Acara tersebut digelar dengan tujuan untuk membedah visi dan misi para calon presiden dan calon wakil presiden 2019.

“Ini kegiatan positif karena ini bentuk pendidikan politik kepada masyarakat. Dengan begini, kalangan kampus bisa mengkritisi sekaligus memberi masukanmasukan terhadap program kerja yang akan dijalankan para kandidat jika terpilih nanti,” kata Sudirman Said, ketika menyampaikan pidatonya di Auditorium Fisipol UGM, Yogyakarta, pada hari Rabu, 29 Januari 2019.

Sudirman Said, yang juga Mantan Menteri ESDM ini sangat mengharapkan, cara pemberian ruang yang telah dilakukan UGM untuk membedah secara ilmiah visi dan misi capres-cawapres, dapat diikuti oleh kampus-kampus lain di Indonesia. Sudirman Said menilai untuk dapat menyebarkan visi dan misi kepada masyarakat luas, kampus seharusnya dapat dijadikan  tempat untuk menguji visi misi pasangan calon.

“Bukan sebaliknya menutup diri, sehingga pikiran-pikiran para kandidat tidak mendapat ujian secara ilmiah dari kalangan terpelajar,” kata Sudirman menjelaskan.

Sudirman Said menilai, visi misi dan program yang ditawarkan kandidat, dapat dielaborasi melalui acara, semacam bedah visi-misi capres di kampus. Rentang waktu bedah visi dan misi para pasangan calon pun dapat lebih leluasa bila diadakan di kampus

“Tim yang mewakili kandidat bisa menjelaskan lebih rinci program kerja kandidat. Hal ini kan tidak bisa dilakukan di debat resmi, karena waktunya terbatas,” ujar Sudirman Said

Sudirman juga mengemukakan, dampak yang baik akan didapatkan terutama pendidikan politik kepada rakyat,  jika kampus lain mengikuti jejak langkah UGM. Karena rakyat Indonesia akan mendapat pencerahan, tentang apa saja yang akan menjadi rencana kerja dan ada semacam ujian ilmiah terhadap program paslon dari mahasiswa.

“Semoga langkah UGM ini menginspirasi kampus-kampus lain untuk menyelenggarakan acara serupa, agar semakin banyak masyarakat intelektual yang menguji visi dan misi capres,” kata Tim Sukses Prabowo-Sandiaga,  Sudirman Said .

via Tim Sukses Prabowo-Sandiaga Apresiasi UGM Bahas Visi Misi Capres 2019

credit by #913

Pasca Debat Perdana, Sumbangan Kampanye Untuk Prabowo Meningkat Tajam

dalam laporan penerimaan sumbangan kampanye tercatat, dana kampanye Pasca Debat Perdana, untuk Kampanye Prabowo Meningkat Tajam. Sumbangan yang berasal dari sumbangan kelompok sebesar Rp 223 juta. Sedangkan, dari sumbangan perorangan dana kampanye yang diperoleh adalah sebesar Rp 203 juta

“Total sumbangan dari kelompok dan perorangan mencapai Rp 426 juta. Ini meningkat cukup baik dan sangat besar dibandingkan bulan lalu yang sebesar Rp 105 juta,” ujar Satrio Dimas , yang dienal sebai Wakil Bendahara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, ketika diwawancara di Jakarta, Kamis (31/1).

Sandiaga Uno, dalam kesempatan itu juga membantah beberapa hasil survei, yang menyatakan terhadap perolehan suara kedua pasangan calon, debat perdana tidak memberi pengaruh signifikan. Salah satu contoh adalah hasil survei yang dinyatakan oleh Denny JA, Rabu 31 Januari 2019 dari Lingkaran Survei Indonesia (LSI)

Dari hasil yang didapatkan oleh sigi Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, elektabilitas pasangan calon nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin pada Januari 2019 sebesar 54,8%. Dengan melihat hasil itu, maka dapat dikatakan, bahwa angka ini hanya meningkat 0,6% jika dibandingkan dengan tingkat keterpilihannya pada Desember 2018 yang sebesar 54,2%.

Dipahk lain, perolehan suara Prabowo-Sandiaga sebesar 31% pada Januari 2019. Angka ini hanya naik sebesar 0,4% jika dibandingkan pada Desember 2019 yang sebesar 30,6%. Dalam survei ini, responden yang menyatakan belum menentukan pilihan sebesar 14,2%.

Prabowo Subianto-Sandiaga Uno,  pasangan calon nomor urut 02 memaparkan , pemasukan dana kampanye yan mereka terima dari para penyumbang hingga 29 Januari 2019. Prabowo-Sandiaga telah menerima sumbangan dana kampanye sebanyak Rp 99,7 miliar. Angka ini naik Rp 45,7 miliar dibandingkan posisi Desember 2018 yang sebesar Rp 54 miliar, selama empat bulan mereka melakukan kampanye

Adapun dana kampanye yang berasal dari pendapatan bunga bank sebanyak Rp 45,6 juta. DAri laporan tersebut, maka dapat dikatakan, sumbangan dana kampanye dari Gerindra tidak berubah dari posisi Desember lalu

“Debat itu sangat berdampak signifikan. Dari jumlah sumbangan saja melonjaknya luar biasa setelah debat,” tutur Sandiaga memaparkan. Besarnya animo masyarakat terhadap Prabowo-Sandiaga Uno menunjukkan besarnya keinginan untuk menciptakan Indonesia berkeadilan dan makmur bersama Prabowo-Sandiaga Uno

via Pasca Debat Perdana, Sumbangan Kampanye Untuk Prabowo Meningkat Tajam

credit by #913

Mantan Prajurit: Komandan Prabowo Selalu Memikirkan Rakyat Kecil

Di kediaman calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto di Desa Bojong Koneng, Babakan Madang, Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada hari Kamis 31 Januari sebanyak 2.500 purnawirawan TNI/Polri dari seluruh matra dan 300 purnawirawan jenderal yang tergabung dalam Persatuan Purnawirawan Indonesia Raya (PPIR) berkumpul. Seorang mantan Anak Buah Prabowo Subianto di Batalion Kostrad mngatakan , mantan Komandannya (Prabowo Subianto) Selalu Memikirkan Rakyat Kecil

Salah seorang purnawirawan TNI yang bernama Peltu Supriatna, yang merupakan mantan anak buah Prabowo Subianto saat menjabat Komandan Batalion 328 Kujang II/Kostrad menceritakan bahwa mantan komandannya yang kini menjadi calon presiden tersebut selalu memikirkan rakyat kecil dan kesejahteraan seluruh prajuritnya ketika aktif di dinas kemiliteran.

Oleh sebab itu, Supriatna, anak seorang petani menytakan, bahwa dirinya sangat bangga memiliki pemimpin seperti Prabowo Subianto. Ia menilai, bahwa Prabowo Subianto yang sejak dahulu hingga saat ini selalu memikirkan rakyat kecil untuk mendapatkan haknya dalam kesejahteraan hidup.

 

“Komandan Prabowo selalu memikirkan rakyat kecil. Dulu kami prajuritnya, juga anak-anak petani seperti saya, cita-citanya tidak pernah berubah, yaitu ingin Indonesia yang adil dan makmur. Saya bangga punya komandan seperti beliau,” ujar Supriatna, seperti yang lansir dalam keterangan Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga.

Pada saat itu Supriatna menjabat pelatih tembak di Batalion 328 Kujang II/Kostrad. Ia memaparkan, saat aktif di dinas kemiliteran dulu merupakan bukti nyata capres Prabowo Subianto peduli dan memikirkan rakyat kecil

Sejak dulu, Prabowo selalu memikirkan kesejahteraan para prajuritnya. Malahan, kata Supriatna melanjutkan, Prabwo gajinya dibelikan sembako untuk dibagikan kepada para prajuritnya, dan jarang sekali mengambil gajinya untuk kepentingan pribadi semata. Ia lebih mementingkan anak buahnya, meskipun sebenarnya gaji itu adalah hak pribadinya karena sudah bekerja untuk negara. Namun itulah Prabowo, Selalu mengedepankan anak buahnya. Ia tidak mau makan sebelum semua anak buahnya mendapat cukup makan.

“Kesejahteraan kami sangat diperhatikan. Menu makan kami dipantau langsung Komandan dan Komandan nggak pernah ambil gaji. Gajinya untuk sembako prajurit,” ujar Supriatna, prajurit yang sudah pensiun pada 2014 dengan tugas dinas terakhir di Satinduk Bais TNI.

via Mantan Prajurit: Komandan Prabowo Selalu Memikirkan Rakyat Kecil

credit by #913

Tol Suramadu Digratiskan, Tapi Prabowo-Sandiaga Tetap Unggul di Madura

Hasto Kristianto ,  Sekjen PDI Perjuangan sangat yakin, bahwa di Pulau Madura, pihaknya berharap bisa membalik posisi dominasi suara yang kini berpihak pada kubu Prabowo-Sandiaga. Pulau Madura memang selalu Berpihak pada kubu Prabowo-Sandiaga Uno. Meskipun saat ini jalan tol Suramadu yang  menghubungkan surabaya dan madura sudah digratiskan.

dari hasil sudi lembaga survei, misalnya Surabaya Survey Center (SSC) dan The Initiative Institute , elektabilitas masih berada di pihak  pasangan Prabowo-Sandi di Madura, Tapi Hasto tak menggubrisnya.

“Yang penting 17 April menang buat Pak Jokowi-KH Ma’ruf Amin,” kata Hasto di sela-sela kunjungan ke  markas Tim Kampanye Daerah (TKD) Joko Widodo-KH Maruf Amin, yang berada di wilayah Jawa Timur. Markas TKN tersebut terletak  di Jalan Basuki Rahmat, Surabaya, pada hari Jumat 25 Januari 2019

Hasto berasumsi sudah ada perubahan dukungan. Asumsi  Hasto, berdasarkan informasi yang diterima pihaknya dari PPP dan PKB,

“Mengapa? Karena (kelompok) yang menggunakan isu agama sudah balik arah (mendukung Jokowi),” ujar Hasto dengan keyakinan

“Wudhu saja tidak bisa, ke makam saja melompati makam, kemudian tidak memahami ziarah kubur yang menjadi tradisi dari keluarga besar Nahdliyin (sebutan warga NU) dan keluarga besar kita semuanya,” ujar hasto melanjutkan

“Kemudian ketika masyarakat Aceh merespons dengan caranya, bahwa pemimpin itu juga harus bisa baca Alquran, (sehingga) buru-buru balek arah.” kata Hasto lagi

Hasto pun menarik asumsi, bahwasannya Prabowo-Sandi sudah melakukan blunder dengan mengedepankan masalah agama. “(Mereka) termakan oleh isu yang dipakai sendiri,” kata Hasto menyindir

Hasto mengaku ketika debat perdana tanggal 17 Januari lalu, ia melihat Jokowi-Ma’ruf cukup dapat menjawab pertanyaan pertanyaan yang diajukan oleh moderator

“Pak Jokowi dan KH Ma’ruf Amin benar-benar menampilkan sosok yang sudah biasa berdialog dengan rakyat, menggarap persoalan rakyat tidak ada emosi,” ujar Hasto dengan penuh keyakinan.

“Karena keduanya (Jokowi-Maruf) itu mampu menghadirkan pemimpin yang amanah pemimpin yang rendah hati,” kata Hasto

Hasto juga menambahkan, Jokowi-Maruf adalah pemimpin amanah, pemimpin  yang menunaikan janjinya terhadap rakyat. Meskipun Jokowi adalah pemimpin amanah yang menunaikan semua janji janjinya kepada rakyat, namun elektabilitasnya masih di bawah Prabowo-Sandiaga Uno di madura. sekalipun saat ini Tol suramadu sudah digratiskan

 

via Tol Suramadu Digratiskan, Tapi Prabowo-Sandiaga Tetap Unggul di Madura

credit by #913

Tim Sukses Prabowo : Alokasi Dana Bansos Naik, Karena Mau Pemilu

The Economist,   Media yang berbasis di London menyampaikan kritik pada  calon presiden petahana. Salah hal yang dikiritk adalah soal perubahan fokus kebijakan dari infrastruktur ke subsidi. Di masa kampanye Pilpres 2019, Timses Prabowo-Sandiaga  setuju dengan kritik yang disampaikan oleh The Economist. bahwa kebijakan itu untuk tujuan politik menjelang pemilu. Kebijakan itu diantaranya naiknya dana bansos (Bantuan sosial) dan dana PKH (Program Keluarga Harapan)

“Kebijakan berpaling dari infrastruktur ke subsidi karena mau pemilu, makanya dana bantuan sosial naik, dana PKH naik,” kata juru bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Andre Rosiade, ketika diwawancarai oleh pihak kami, pada hari Jumat 25 Januari 2019

Dalam kesempatan itu,  Andre juga mengemukakan tentang program PKH. PKH adalah Program Keluarga Harapan (PKH). Alokasi anggaran PKH naik hampir dua kali lipat. Prabowo akan membuat Program Keluarga Harapan, yang pada tahun 2018 Rp 19,3 triliun, pada tahun 2019 ini akan menjadi Rp 34,4 triliun

“Itu diindikasikan untuk kepentingan politik praktis Pak Jokowi dalam rangka kepentingan pemilu beliau,” ujar Andre Rosaide lagi

Andre Rosaide,  Politisi Partai Gerindra mengemukakan, bahwa subsidi merupakan kebijakan musiman, yang hanya digunakan untuk menarik simpati masyarakat.

 

Walau begitu, Andre masih yakin, bahwa rakyat Indonesia saat ini sudah cerdas dan tidak mudah terkecoh dengan bantuan bantuan jangka pendek. Andre pun sangat yakin masyarakat akan memilih Prabowo di bilik suara Pilpres 2019.

“Masyarakat tak akan terbuai janji-janji manis seperti 2014 lalu,” ujar Andre lagi.

Seperti dilansir CNBC Indonesia, The Economist melontarkan kritik yang cukup tajam pada pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla. Kritik terssebut, trutama mentik beratkan pada pembangunan infrastruktur. Dalam pandangan mereka, , Jokowi seharusnya dapat membangun apa yang belum ada dan menyelesaikan pembangunan yang tertunda bertahun lamanya.

The Economist menilai Jokowi telah ‘berubah arah’ dalam hal kebijakan anggaran. Saat ini, Jokowi telah mengalihkan pada anggaran subsidi, Bansos, PKH dan lainnya sehingga membuat alokasi anggaran belanja modal dan infrastruktur menurun.

via Tim Sukses Prabowo : Alokasi Dana Bansos Naik, Karena Mau Pemilu

credit by #913

Timses Prabowo-Sandiaga Uno Minta Polisi Usut Tabloid Liar “Indonesia Barokah”

Peredaran tabloid ‘Indonesia Barokah’ yang semakin marak, amat disayangkan oleh pihak Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Tabloid Liar Gratisan itu nyata nyata menyudutkan Prabowo-Sandiaga Uno dengan Fitnah Fitnah yang tidak dapat dipertanggung jawabkan. BPN menginginkan, polisi sesegera mungkin mengusut  aktor penyebar tabloid itu

“Tentu kita akan lakukan langkah hukum terkait dengan penyebaran tabloid itu. Namun tentu kami harus pastikan langkah hukum ini bisa ditindak dengan cepat dan kepolisian bisa tangkap siapa pelaku dan aktor dari penyebaran tabloid tersebut,” kata Dahnil Anzar Simanjuntak,  juru bicara BPN, , ketika dimintai keterangan oleh pihak kami di Media Center Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan, Jumat (25/1/2019).

Dahnil Anzar Simanjuntak merasa khawatir, tim suksesnya dituduh berpura pura sebagai korban. Dahnil juga mengatakan,  timses Prabowo-Sandiaga juga menjadi sangat berhati-hati atas beredarnya tabloid itu

“Terus terang kami harus berhati-hati terkait dengan penyebaran ini karena tuduhan bisa justru berbalik dan sebagainya, karena dalam situasi politik yang silang sengkarut kami tidak punya instrumen lengkap,” kata Dahnil menjelaskan

“Ini bisa jadi alat untuk justru menuduh balik. Karena itu, BPN ingin pastikan bahwasanya ini tidak punya modus. Siapa pun pelakunya, modus ini maksudnya menuduh balik seolah kami lakukan playing victim,” kata Dahnil menambahkan

Dahnil mengatakan  siapapun pelaku penyebaran tabloid ‘Indonesia Barokah’ sampai kini belum diketahui. Akan tetapi, dengan melihat pemeberitaan yang terdapat dalam tabloid, maka Dahnil berkesimpulan, menyakini pihak yang membuat dan menyebarkannya tabloid itu adalah pihak yang takut jika Prabowo-Sandi menang pada Pilpres 2019.

“Kami tidak tahu pelakunya. Yang jelas, tentu pelakunya sedang panik dan takut. Maka ini diekspresikan dengan men-down grade pihak lain. Siapa pun pelakunya, yang jelas pelakunya itu sedang panik, sedang takut, kalau-kalau Prabowo-Sandi menang,” ujar Dahnil menandaskan

Berdasarkan isi dalam Tabloid ‘Indonesia Barokah’, yang dianggap tak sesuai dengan kode etik jurnalistik, yakni Pasal 1, 3, 4, dan 8, serta tidak sesuai dengan Surat Edaran Dewan Pers Nomor 02/SE-DP/VIII/2018 tentang Posisi Media dan Imparsialitas Wartawan dalam Pemilu 2019, maka Tabloid liar ‘Indonesia Barokah’ resmi dilaporkan oleh BPN Prabowo-Sandiaga ke Dewan Pers.

via Timses Prabowo-Sandiaga Uno Minta Polisi Usut Tabloid Liar “Indonesia Barokah”

credit by #913

Prabowo-Sandiaga Tawarkan Pajak Berkeadilan Bagi Pengusaha “Friendly To Business”

Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno  menawarkan kebijakan ekonomi yang bersahabat bagi pelaku usaha, Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno diyakini akan mampu menghadirkan kebijakan ekonomi yang bersahabat Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menjanjikan akan menerapkan asas berkeadilan dalam memberlakukan pajak, sehingga beban pajaknya tidak memberatkan dan  “Friendly To Business”

“Kebijakan Prabowo-Sandi soal perekonomian itu sangat friendly to business, bukan hanya menurunkan pajak badan usaha, tetapi lebih dari itu. Prabowo-sandi ingin ramah kepada pelaku usaha. Pada saat yang sama, ingin membuat pengeluaran yang berkualitas, sehingga adil makmurnya terjaga dengan baik,” ujar Mardani Ali Sera,   Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, , ketika dimintai keterangan oleh pihak kami di Media Center Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada hari Jumat (25/1/2019).

 

 

Mardani Ali Sera juga memaparkan, agar ekonomi di kalangan masyarakat menengah terus berjalan, maka pajak yang rendah dan berkeadilan bagi pelaku usaha kecil dan menengah akan diberlakukan oleh Prabowo dan Sandiaga

“Kalau pajak rendah, bunga bank makin rendah, jadi uang ada di sektor riil. Regulasi pajak rendah dan berkeadilan segera memperbaiki pengeluaran yang berkualitas, mana-mana rencana yang punya pengaruh tinggi akan dikelola. Pajak buku dihapuskan, keuntungan dibuat tetap,” ujar Mardani Ali Sera,  politisi Partai Keadilan Sejahtera

Sementara itu Anis Byarwati,, Ahli Ekonomi dari  Universitas YARSI, menuturkan bahwa ahli Ekonomi Islam, Ibnu Khaldun, pada masanya juga menekankan pajak yang rendah agar aktivitas ekonomi dalam masyarakat bisa berjalan lancar.

“Jadi Ibnu Khaldun itu menekankan pajak yang rendah agar masyarakat bisa melakukan aktifitas ekonomi, dan bersemangat melakukan aktifitas ekonomi, sehingga masyarakat jadi produktif. Karena pajak yang tinggi menyebabkan lesunya kegiatan ekonomi di masyarakat,” ujar Anis memaparkan

Oleh sebab itu, jika Prabowo-Sandi melakukan hal seperti pemikiran Ibnu Khaldun, maka jalannya roda perekonomian di tengah masyarakat khususnya kelas menengah diyakini akan terus berjalan

“Dengan pajak yang rendah, maka pendapatan justru akan meningkat, karena rakyat yang produktif itu akan menjadi sumber pendapatan bagi negara,” ujar Anis Byarwati yang setuju dengan sistem Pajak Berkeadilan yang tentunya  “Friendly To Business” Bagi kalangan Pengusaha

 

via Prabowo-Sandiaga Tawarkan Pajak Berkeadilan Bagi Pengusaha “Friendly To Business”

credit by #913