Andreas Hugo Pareira, Ketua DPP PDI Perjuangan menilai pihak Prabowo Subianto-Sandiaga Uno aneh, karena melaporkan pernyataan Joko Widodo dalam debat Pilpres 2019 ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Terkait berkas Caleg eks napi korupsi yang tidak ada tanda tangan persetujuan dari Prabowo sebagai Ketua Umum Gerindra
“Seharusnya, Prabowo membantah (pernyataan Jokowi) kalau merasa pernyataannya tidak betul. Itu baru namanya debat,” kata Andreas melanjutkan
Andreas juga menuduh, orang yang telah melaporkan Calon presiden pihak petahana tersebut ke Bawaslu itu, berarti ia tidak memahami aturan main debat Pilpres. Ia juga beranggapan, lebih baik tidak perlu diselenggarakan debat antar kontestan Pilpres, apabila setiap pernyataan dalam debat Pilpres, dilaporkan ke pihak berwenang
“Masing-masing capres lebih baik disuruh menari-nari dan pijat-pijatan di atas panggung supaya ditonton jutaan pemirsa,” kata dia memaparkan
Adapun Mahkamah Agung dan Bawaslu telah mengijinkan eks napi korupsi untuk maju sebagai calon legislatif. Artinya, negara menjamin hak eks napi korupsi untuk berpolitik aktif. apabila ada partai politik yang melarang eks napi korupsi untuk maju, maka partai itu sudah nyata nyata merampas hak yang nyata nyata telah dijamin oleh negara.
Atas tuduhan penghinaan terhadap peserta pemilu lain, Joko Widodo telah dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Pihak yang melaporkan tersebut, diwakilkan Tim Advokat Milenial Peduli Pemilu. Mereka menuduh, dalam debat pertama pilpres yang digelar pada hari Kamis 17 Januari 2019, Prabowo telah dihina oleh calon presiden pihak pertahana, Jokowi.
“Pernyataan yang disampaikan capres Joko Widodo itu adalah merupakan penghinaan terhadap Prabowo Subianto yang sama sekali dia tidak pernah tanda tangan soal (berkas pencalonan) caleg eks koruptor,” kata Muhaji, wakil dari pihak pelapor, ketika diwawancara di kantor Bawaslu, Jakarta Pusat, Kamis (24/1/2019).
Muhajir menerangkan, bahwa berkas pencalonan caleg yang memuat eks narapidana koruptor tidak pernah ditandatangani oleh Prabowo. Hal ini disebabkan, calon legislatif yang dinyatakan sebagai eks koruptor hanya ada di tingkat pencalonan DPRD provinsi dan kabupaten atau kota.
via Prabowo Tidak Pernah Tanda Tangani Berkas Caleg Eks Koruptor
credit by #913
“Bukan kita yang menanyakan, mereka yang tanya, kita jawab. Jadi kalau mereka tertarik ya silakan lembaga internasional, Uni Eropa untuk masuk memantau Pemilu Indonesia. Kalau ada pihak yang kebakaran jenggot kenapa mesti kebakaran jengggot? Kalau mau pemilu jujur kenapa harus takut, marah-marah, kebakaran jenggot. Bantu sama-sama, jaga sama-sama, supaya pemilu berkualitas,” kata Andre rosaide melanjutkan penjelasannya
“Kami ingin natural tidak perlu diseting segala macam. Silakan namanya debat bebas bebas saja,” kata Abdul Haris Bobihoe saat diwawancarai di Gedung DPRD Jabar, pada hari Jumat (18/1/2019).
“Yang disampaikan pasangan calon 02 menjatuhkan diri sendiri. Misalnya, dia ternyata tidak cukup mengerti kehidupan seorang penyelenggara negara, kebutuhannya apa. Katanya menaikkan, ya menaikan itu bagaimana caranya, berapa dan apa aja, itu tidak jelas,” ujar Jusuf, ketika ia menghadiri acara diskusi, yang diadakan di Kantor PARA Syndicate, Jakarta, Jumat (18/1/2019).
Setelah acara debat selesai, Prabowo Subianto yang dicegat oleh para wartawan. Prabowo yang juga dikenal sebagai mantan Komandan Jendral Kopassus beranggapan, bahwa suasana debat juga berjalan sangat baik
“Pusatnya di media center, di Jalan Sriwijaya 1 Nomor 35, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan,” ujar Andre menjelaskan
“Kami juga undang tokoh bangsa, Presiden ke-3, Presiden ke-5, Presiden ke-6 dan para mantan wapres dalam hal ini Tri Sutrisno dan Hamzah Haz,” ujar Wahyu Setiawan, yang merupakan Komisioner KPU di kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, pada hari Senin (14/1/2019).
Susilo Bambang Yudhoyono, yang merupakan Ketum Partai Demokrat dipersilahkan naik ke atas panggung untuk melakukan foto bersama. Para elite yang ikut dalam acara foto bersama tersebut, diarahkan untuk bergaya dua jari khas Prabowo-Sandi. Gaya khas Prabowo-Sandi adalah dengan mengangkat telunjuk dan jempol. Miing pun berulang kali memanggil Prabowo dengan sapaan Pak Presdien, dalam acara sesi foto tersebut.

“Buat kita, PDIP, banteng-bantengnya jadi bangun dari tidur dan tanduknya keluar. Sudah saya sampaikan dulu, tidak ada yang ikhlas rumah kita diambil orang,” kata Ganjar menjelaskan, ketika di wawancarai di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, pada hari Jumat (11/1/2019).