Ingin Perbaikan Ekonomi, Pemilih Milenial dan Golput Coblos Prabowo-Sandiaga Uno

Tahun 2019 telah menjejakkan kakinya. Ajang perolehan suara pemilihan presiden Indoneisa tinggal menghitung bulan. Pemilih Pemula dan Golput dipastikan akan memberikan suaranya mencoblos Capres Prabowo-Sandiaga Uno

Masing-masing pihak dari paslon Capres dan Cawapres terus mengoptimalkan kegiatan kampanye mereka semaksimal mungkin. Masing-masing kubu berharap dapat meraih suara dari para pemilih baru dan juga dari para pemilih yang hingga saat ini belum menentukan pilihan.

Veri Muhlis Arifuzzaman, yang merupakan pengamat politik yang juga direktur Konsepindo Research and Consulting beranggapan, bahwa kubu Joko Widodo memiliki peluang lebih besar untuk memenangkan pilpres yang berlangsung April mendatang .

Veri beranggapan, bahwa dari hasil survei perolehan suara pertahana, Joko Widodo selalu lebih tinggi, bila dibanding dengan pihal rivalnya. Hal ini lah yang menbuat pihak oposisi harus bekerja lebih keras, jika mereka ingin memenangkan pemilihan presiden pada bulan April nanti.

“Untuk mengejar ketertinggalan ini diperlukan usaha keras, karena yang tersisa untuk dibidik tinggal suara pemilih pemula dan pemilih bingung,” kata Veri memaparkan, ketika diwawancara oleh para wartawan kami, pada hari Rabu (2/1/2019).

Veri menyatakan, pada pemilihan presiden kali ini merupakan pertandingan ulang. Joko Widodo dan Prabowo Subianto merupakan kandidat presdien yang sama, yang juga bertanding pada pemilihan presiden pada 2014 hingga 2019.

Pada 2014, Kedua kandidat ini sama-sama tidak memiliki pengalaman sama sekali sebagai presiden. Mereka juga sama-sama tidak memiliki pengalaman memimpin negara. Saat itu, Jokowi dapat memenangkan ajang pemilihanpresiden 2014, karena saat itu Joko Widodo lebih memiliki “modal” banyak.

“Jokowi sudah bekerja sebagai presiden selama empat tahun. Tentu sudah banyak yang dikerjakan selama kepemimpinannya itu. Hal inilah yang jadi modal dan bisa ditunjukkan kepada para calon pemilihnya.” kata Veri menjelaskan.

Dalam pandangan Veri, acara debat antar pasangan calon presiden, yang akan diselenggarakan beberapa hari lagi akan membuat masing-masing pendukung lebih kuat. Hal tersebut juga dapat dilihat, ketika mereka berada dalam masa kampaye ini. masing-masing pendukung paslon, hanya saling menguatkan keyakinan masing-masing pendukungnya.

“Jadi praktis yang diperebutkan memang tinggal pemilih pemula dan sedikit pemilih mengambang yang membutuhkan sentuhan kampanye lebih dalam. Keduanya jenis pemilih itu tampaknya ada dalam kelompok undecided voters dalam temuan-temuan survei ,” kata Veri menandaskan.

Dari survei internal Gerindra diketahui bahwa pemilih Milenial dan Golput yang belummenentukan pilihannya di 2014 dipastikan mencoblos Prabowo-Sandiaga Uno, karena mereka inginkan perubahan ekonomi yang lebih baik bagi diri dan keluarga mereka.

via Ingin Perbaikan Ekonomi, Pemilih Milenial dan Golput Coblos Prabowo-Sandiaga Uno

credit by #913

Prabowo-Sandiaga Uno Akan Bentuk Kabinet Integritas Tinggi dan Kompeten

Prabowo-Sandiaga Uno Bertekad membentuk Kabinet yang berisi orang orang yg berintegritas dan kompeten di bidangnya masing masing. Menteri yang berintegritas akan mampu membentengi diri dan lingkungannnya dari korupsi sedangkan ia harus berkompeten, harus cakap menangani departemennya.

Kasus terjaringnya sejumlah pejabat di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam OTT KPK amat disayangkan oleh pihak Prabowo-Sandiaga. Kasus korupsi yang ada di tubuh kementerian merupakan sebuah bukti nyata, bahwa tata kelola pemerintahan di era kepemimpinan Jokowi sangat buruk.

“Suasana tata kelola pemerintahan periode sekarang itu mungkin salah satu paling buruk, indeks persepsi korupsi turun, naik tajam. Tapi begitu di periodenya Pak Jokowi hanya naik satu, terus kemudian flat tidak ada kenaikan,” kata  Sudirman Said, yang dikenal sebagai Direktur Materi Debat dan Kampanye Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, ketika dimintai keterangnnya oleh pihak kami, di Media Center Prabowo-Sandiaga, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada hari Senin,  31 Desember 2018.

Selain indeks persepsi korupsi, menurut Sudirman, juga terjadi penurunan di indeks demokrasi dan pembangunan manusia di era pemerintahan Jokowi-JK. Mengenai korupsi yang terjadi di kementerian, Sudirman menyoroti menterinya. Sudirman menilai, korupsi tidak akan terjadi apabila kabinet pemerintahan diisi oleh orang-orang yang berintegritas.

Sudriman menilai terjadi penurunan di indeks demokrasi dan pembangunan manusia di era pemerintahan Jokowi-JK, selain meningkatnya indeks persepsi korupsi

“Inilah perlunya menyusun tim kabinet, menyusun birokrat yang betul-betul memiliki dua karakter. Satu, integritasnya tinggi, tidak mau dekat-dekat urusan korupsi. Kedua, soal kompetensi,” ujar Sudirman said memaparkan.

Oleh sebab itu, Sudirman Said menegaskan, jika Prabowo-Sandiaga dapat memenangkan ajang pemilihan presiden dan wakil presiden, maka mereka akan membangun kabinet mereka, dengan menggunakan orang-orang yang memiliki integritas tinggi.

Deklarasi Prabowo-Sandi

“Kami ingin nanti bentuk tim yang memiliki dua karakter itu dan mudah-mudahan kasus yang terjadi seperti sekarang ini tidak menimbulkan dan memang risiko dari proyek-proyek yang dipacu secara waktu apalagi volumenya, memang risikonya besar,” kata aSudirman Said,  yang juga pernah menjadi Menteri ESDM era Jokowi ini, memaparkan keterangannya

Anggiat Simaremare selaku Kepala Satuan Kerja Sistem Penyediaan Air Minum Strategis Lampung; Meina Woro Kustinah yang merupakan PPK SPAM Katulampa; Teuku Moch Nazar sebagai Kepala Satuan Kerja SPAM Darurat; dan Donny Sofyan Arifin selaku PPK SPAM Toba 1 adalah nama-nama pejabat, yang dikaitkan dengan kasus korupsi, yang sebelumnya telah ditetapkan oleh KPU. Keempat orang tersebut merupakan pejabat pada Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR, yang telah dijadikan tersangka dalam kasus penyuapan itu.

Nilai suap yang diterima oleh keempat pejabat, yang bertugas Kementerian di PUPR disinyalir mencapai miliaran rupiah. Proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum Tahun Anggaran 2017-2018 di beberapa daerah merupakan masalah yang berkaitan dengan kasus suap di Kementerian di PUPR.

Kabinet yang baik tidak hanya butuh menteri yang berintegritas tinggi anti korupsi, namun ia juga harus cakap dan kompeten, sehingga tata kelola negara berjalan di jalur yang seharusnya. Prabowo-Sandiaga Uno bertekad membentuk kabinet tersebut, demi memajukan Bangsa Indonesia

via Prabowo-Sandiaga Uno Akan Bentuk Kabinet Integritas Tinggi dan Kompeten

credit by #913

Prabowo-Sandiaga Siap Debat Bahas Isu Hukum, HAM, Korupsi dan Terorisme

Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, pasangan calon Presiden dan wakil presiden nomor urut 02 menyatakan  siap bertarung dalam acara debat pemilihan presiden, yang akan diselenggarakan pada tanggal 17 Januari mendatang.

Berkaitan dengan ini, Sudirman Said, yang juga  Anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi menyatakan, bahwa Hukum, HAM, Korupsi, Terorisme merupakan topik yang akan diangkat dalam acara debat perdana tersebut. Sudirman Said menilai, topik tersebut bukan merupakan hal  yang tabu atau sesuatu yang menakutkan.

“Buat kami Insya Allah tidak ada (tema) hal sensitif, karena semua masalah penting,” ujar Sudirman, ketika ia diwawancara oleh wartawan kami, di Gedung KPU RI, pada hari Rabu 2 Januari 2019

Sudirman Said, yang juga dikenal dengan sebagai mantan Menteri ESDM era Presiden Jokowi ini menduga  bahwa topik yang berhubungan dengan masalah Hak Azasi Manusia yang selalu dijadikan alat untuk menyerang  Prabowo dan merupakan rumor yang sudah basi, yang selelu diulang pada setiap acara debat. Namun timsukses  Prabowo yakin hal tersebut tidak perlu dicemaskan lagi.

“Mengenai HAM itu kan suatu hal diulang-ulang. Ini pilpres Pak Prabowo ketiga sekali,satu kali sebagai cawapres dua kali capres dan dua kesempatan lalu sudah ditanyakan,” ujar Sudirman menambahkan

Sudirman juga menyatakan dengan penuh keyakinan, bahwa rumor yang berkaitan dengan Hak Azasi Manusia, yang terjadi pada tahun 1998, yang selalu dijadikan alat untuk menyerang Prabowo tidak dapat dibuktikan secara hukum.

“Jadi kita serahkan pada hukum dan terbukti tidak ada suatu yang mengarah pada pelanggaran hukum,” kata Sudirman Said, menandaskan

Isu Hukum, HAM, Korupsi dan Terorisme merupakan tema debat perdana yang akan tayang 17 januari 2019. dipastikan Prabowo Subianto sudah siap menghadapi debat pertama ini, dan isu lima tahunan bertajuk HAM yang kerap dicuatkan untuk menyerang pribadi Prabowo sudah dipastikan termentahkan.

via Prabowo-Sandiaga Siap Debat Bahas Isu Hukum, HAM, Korupsi dan Terorisme

credit by #913

Dirikan Markas Pemenangan di Jawa Tengah, Tim Sukses Prabowo-Sandiaga Uno Menyapa “Wong Cilik”

Provinsi Jawa Tengah adalah wilayah, dimana Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno telah mendirikan posko taktis pemenangan mereka. Hal ini juga dijelaskan Nizar Zahro, Juru kampanye BPN Prabowo-Sandi menyatakan, bahwa rencana didirikannya posko pemenangan adalah sebagai upaya untuk menyapa dan menyerap aspirasi masyarakat Jawa tengah secara intensif.

“Bertujuan agar lebih intensif menyapa warga Jawa Tengah dan Jawa Timur. Menurut survei, di dua provinsi ini elektabilitas Prabowo-Sandi masih perlu digenjot,” ujar Nizar menjelaskan, ketika ia diwawancara oleh pihak kami, pada hari Selasa, 11 Desember 2018 lalu.

Nizar juga memberikan penjelasannya, bahwa selama ini di daerah terpencil di provinsi tersebut, masih terbatas akses media sosial. Untuk itu, dengan adanya posko pemenangan di wilayah Jawa Tengah, maka kampanye dapat dilakukan secara  langsung masuk ke kampung-kampung

Selanjutnya, hari ini Dahnil Anzar Simanjuntak, Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga menyatakan hal yang senada, bahwa pihaknya akan menyapa dan mengadakan pendekatan dengan masyarakat yang selama ini mendukung PDIP, yang merasa kecewa dengan segala kebijakan yang dibuat pemerintah saat ini, Banyak dari masyarakat di wilayah Jawa Tengah, yang mengtakan, bahwa pemerintah sekarang sama sekali tidak memperhatikan wong cilik.

“Yang jelas kami akan mendekati semua segmentasi kelompok yang ada di Jateng, termasuk kelompok pendukung PDIP,” ujar Dahnil Anzar Simanjuntak, pada hari Rabu 2 Januari 2019.

Selain itu, dahnil juga menilai, ditemukan  banyak kekecewaan yang dirasakan oleh kelompok pendukung PDIP disebabkan, apa yang dilakukan oleh pemerintahan saat ini dirasa kurang memikirkan nasib wong cilik.

“Banyak pendukung PDIP yang kecewa, kan kebijakan pemerintah saat ini tidak berpihak pada wong cilik,” tutur Dahnil, menjelaskan

Disamping itu, Dahnil juga memberi penjelasan, bahwa pihaknya akan mampu masuk ke dalam bebagai lapisan masyarakat”Tentunya dengan sistem 5 per 2 itu; lima bergerak di Jawa Tengah, dua bergerak di luar Jawa. Kami akan rebut lumbung suara Banteng,” kata Dahnil selanjutnya.

keputusan mendirikan Markas Pemenangan di Jawa Tengah dinilai sukses.  Tim Sukses Prabowo-Sandiaga Uno akanlebih efektif menyapa “Wong Cilik” dan memenangkan hati mereka untuk memilih pemimpin baru indonesia 2019-2014 Prabowo-Sandiaga Uno

via Dirikan Markas Pemenangan di Jawa Tengah, Tim Sukses Prabowo-Sandiaga Uno Menyapa “Wong Cilik”

credit by #913

Amien Rais: Saya Yakin Prabowo-Sandiaga Uno Menang 2019

Amien Rais, yang menjabat sebagai Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) merasa yakin, bahwa Prabowo Subianto – Sandiaga Uno, calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 akan meraih kemenangan pada ajang pemilihan presiden yang akan diadakan pada tahun 2019 mendatang

Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional itu juga merasa pasti Prabowo-Sandiaga, sebagai pasangan calon presiden dan wakil presiden yang juga diusung oleh PAN mampu mengalahkan perolehan suara Petahana Joko Widodo – Maruf Amin.

“Sudah bukan yakin lagi, itu pasti, ” tutur Amien Raies menjelaskan, ketika diwawancara, setelah ia  selesai menjadi pembicara dalam Pengajian Refleksi Akhir Tahun yang digelar di masjid kampus Universitas Ahmad Dahlan (UAD) unit 4 jalan ring road selatan, di Kota Yogyakarta, pada hari Senin, tanggal  31 Desember 2018.

Dalam ajang pemiihan presiden 2019, Amien Raies memang tercatat sebagai anggota Dewan Pembina Badan Pemenangan Nasional pasangan calon presiden-wakil presiden nomor urut 02, Prabowo dan Sandiaga Uno.

Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) juga merasa sangat yakin, bahwa perolehan suara bagi kubu Pabowo, akan mengulang kesuksesan, ketika diadakannya pemilihan kepala daerah, yang diselenggarakan pada tahun 2017 yang lalu. Dalam pemilihan kepala daerah 2017, menyatakan kemenangan bagi pasangan Anies Baswedan – Sandiaga Uno saat melawan inkumben Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang berpasangan dengan Djarot Syaiful Hidayat.

“Pilpres 2019 adalah pengulangan pilkada DKI Jakarta,” ujar Amien. Sehingga Amien pun memiliki keyakinan yang tinggi, bahwasannya Prabowo dapat meraih sukses serupa Anies.

Prediksi Amien Rais tentang ajang pemilihan presiden tahun 2019 tersebut, telah berkali-kali ia ucapkan,  bahwasannya hasil pemilihan presiden kali ini akan sama dengan hasil pemilihan pemilihan kepala daerah DKI, pada 2017 silam. Mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat itu, pada pertengahan tahun 2018 lalu juga menyatakan, bahwa posisi Joko Widodo, yang saat ini masih menjabat sebagai presiden Indonesia, nasibnya bisa serupa dengan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, ketika ia ikut dalam ajang pemilihan gubernur DKI, Jakarta.

“Tidak ada yang bisa menentukan selain kehendak Tuhan,” ungkap Amien Rais, ketika diwawancara di kawasan Cibubur saat itu.

Amien rais juga menyatakan, bahwa walaupun Joko Widodo, sebagai petahana bisa dibilang sebagai lawan yang kuat, karena memiliki perolehan suara yang tinggi, akan tetapi hal tersebut belum dapat dijadikan jaminan menjamin presiden ke tujuh itu mampu melanjutkan kepemimpinan di 2019. bahkan ia sangat yakin  Prabowo-Sandiaga Uno akan memperoleh  kemenangan di Pilpres 2019

via Amien Rais: Saya Yakin Prabowo-Sandiaga Uno Menang 2019

credit by #913

Elektabilitas Prabowo-Sandiaga Uno Kian Menanjak di Jawa Timur

Selain mengupayakan penambahan perolehan suara di wilayah Jawa tengah, pasangan calon presiden Prabowo dan Sandiaga Uno juga terus meningkatkan  perolehan suara di wilayah provinsi Jawa Timur.  Untuk menggarap suara di wilayah Jawa Timur, calon wakil presiden Sandiaga Uno berkunjung ke wilayah tesebut. Padatnya jadwal kunjungan yang dimiliki Sandiaga, begitu banyak masyarakat yang ngin bertemu langsung dengan sosok calon pemimpin mereka kelak. Hasilnya, Dari survei internal diketahui Elektabilitas Prabowo-Sandiaga Uno Kian Menanjak di Jawa Timur

Hari pertama di tahun 2019 ini, Sandiaga Uno mengadakan kegiatan blusukan ke provinsi Jawa Timur. sandiaga telah memiliki jadwal padat untuk berkunjung ke wilayah Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto, Sampang, dan Bangkalan.

Fauzi Mahendra, Koordinator Relawan Sahabat Prabowo-Sandi Jawa Timur menerangkan, bahwa Sandiaga memiliki jadwal yang cukup padat Prabowo-Sandiaga ingin fokus menargetkan Jawa Timur untuk dijadikan lumbung suara bagi pasangan Capres dan Cawapres 02 pada ajang pemilihan presiden mendatang.

“Sejak awal kita memang siap menyumbang suara sebanyak-banyaknya dari Jatim untuk Prabowo-Sandi,” ungkapnya, ketika diwawancara wartawan kami di Surabaya, pada hari Senin 31 Desember 2018.

Fauzi juga menerangkan, Sandiaga Uno dijadwalkan melakukan kegiatan blusukan ke Pasar tradisional Larangan Sidoarjo. Kegiatan Sandiaga tersebut bertujuan agar program OKE OCE dapat disosialisasikan. Dalam kesempatan itu, Sandiaga juga akan menyerap aspirasi dengan kelompok pedagang kecil di Surabaya.

“Pak Sandi dijadwalkan juga berziarah ke makam Sunan Ampel Surabaya,” ungkapnya,

Fauzi menambahkan, Sandiaga Uno, di Surabaya juga akan datang ke acara deklarasi relawan dan menghadiri forum diskusi dengan pengusaha di wilayah provinsi Jawa Timur. Setelah datang ke acara diskusi. Kemudian, Sandiaga Uno diagendakan bersilahturahmi dengan beberapa kyai di daerah Kabupaten Sampang dan Bangkalan di pulau Madura. Rencanaya, di sana ia juga akan menyempatkan diri untuk senam pagi bersama masyarakat Sampang.

Sandiaga Uno juga akan mengunjungi lembaga pemasyarakatan di Mojokerto untuk bertemu dengan para penghuni lembaga pemasyarakatan yg berstatus narapidana, dalam masa dua hari kegiatannya di Jawa Timur.

“Mas Sandi awali 2019 di Jatim sebagai pemantapan dukungan target bahwa di sini lumbung suara pasangan Prabowo-Sandiaga di pemilihan presiden,” ujar Fauzi Mahendra, Koordinator Relawan Sahabat Prabowo-Sandi Jawa Timur, saat diwawancara wartawan kami, di Surabaya, pada hari Senin 31 Desember 2018.

Dari survei internal diketahui, Elektabilitas Prabowo-Sandiaga Uno semakin menanjak di jawa timur . Hal ini  menimbulkan semangat baru bahwa jawa timur adalah lumbung suara baru bagi Prabowo-Sandiaga Uno

via Elektabilitas Prabowo-Sandiaga Uno Kian Menanjak di Jawa Timur

credit by #913

SBY Bantu Materi Debat Prabowo-Sandiaga Uno

Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Ketua Umum Partai Demokrat diagendakan terjun langsung untuk membantu pasangan Prabowo-Sandiaga, yang akan berjuang di dalam acara debat para kandidat calon presiden. Pertemuan untuk persiapan debat itu akan segera dilaksanakan oleh partai-partai, yang tergabung dalam Koalisi Adil Makmur

“Rapat akan berlangsung pada pekan ini,” tutur Sudirman Said,  Direktur Materi dan Debat Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga Uno, pada hari Minggu 30 Desember 2018. Sudirman Said menyatakan, bahwa Susilo Bambang Yudhoyono , yang akrab dipanggil dengan SBY akan ikut menghadiri acara pertemuan tersebut.

Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dianggap sudah memiliki banyak pengalaman, karena ia pernah menjabat sebagai presiden selama dua periode. Menurut Tim Sukses Prabowo, pengalaman SBY tersebut dapat dijadikan modal utama, dalam mengahadapi acara debat presiden tersebut.

“SBY akan memberikan beberapa tip serta masukan untuk materi debat,” tutur Sudirman, ketika dimintai keterangan.

Hal senada juga pernah disampaikan oleh Hinca Panjaitan, yang merupakan Sekertaris Jendral Partai Demokrat. “Saya datang kemari untuk memastikan. Kami sampaikan kemarin bahwa akan mendaftar bersama ke KPU (Komisi Pemilihan Umum). Sebelum ke KPU nanti teman-teman dari sini Pak Prabowo dan kawan-kawan akan bertemu Pak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) di Kuningan sekarang,” ujar Hinca, ketika diwawancara wartawan kami, di rumah Prabowo, yang terletak di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan,  pada hari Jumat 10 Agustus 2018.

Selanjutnya, Sudirman juga menegaskan, dengan ikut sertanya Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), selaku Ketua Umum Partai Demokrat dalam acara debat, dapat dijadikan bukti, bahwa dalam upaya pemenangan Prabowo-Sandiaga, Partai Demokat memberikan kontribusi yang besar.

“Selama ini Demokrat juga ikut ambil bagian melalui caranya sendiri,” ucapnya

SBY juga dianggap sebagai tokoh kunci untuk menaikkan perolehan suara kubu  Prabowo-Sandiaga, khususnya wilayah di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Hal tersebut di luar dari keiukut sertaannya dalam membantu Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno dalam acara debat.

“Beliau punya banyak jaringan dan pengikut,” ujar Sudirman

Oleh karena suara bagi pasangan Prabowo-Sandiaga dianggap masih kurang di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur, maka kedua wilayah tersebut dijadikan fokus dalam penggarapan perolehan suara oleh kubu Prabowo.

“SBY nantinya akan banyak berkeliling di dua provinsi itu,” tutupnya.

via SBY Bantu Materi Debat Prabowo-Sandiaga Uno

credit by #913

MASYARAKAT MALUKU SAMBUT MERIAH PRABOWO

Semangat dan perhatian masyarakat Maluku  menyambut kehadiran Prabowo Subianto, pada hari Jumat 28 Desember 2018 kemarin mendapat perhatian banyak orang. Lieus Sungkharisma yang merupakan Koordinator Forum Rakyat yang juga aktivis Tionghoa beranggapan, bahwa hal tersebut sebagai apresiasi dari keinginan rakyat akan adanya figur seorang  pemimpin, yang dapat menjadi pemersatu.

“Sambutan meriah masyarakat Ambon itu menunjukkan rakyat Indonesia menginginkan ada pemimpin yang bisa menyatukan semua perbedaan di negeri ini. Baik itu perbedaan suku, etnis, daerah maupun agama,” tutur Lieus , selaku Koordinator Forum Rakyat yang juga aktivis Tionghoa, ketika diwawancara oleh wartawan kami  beberapa saat yang  lalu.

Prabowo Subianto datang ke di ibukota propinsi Maluku itu, dapat disaksikan, bagaimana ribuan warga Kota Ambon tumpah ruah memenuhi jalan raya Kota Ambon. Selain untuk ber silahturahmi dengan pimpinan partai koalisi dan para relawan, Prabowo berkunjung ke Maluku, juga ingin memenuhi sejumlah undangan dari tokoh dan pemuka agama di propinsi tersebut.

“Beliau menghadiri undangan silaturahmi ke Kantor Sinode Gereja Protestan Maluku dan Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Maluku,” ujar Lieus, ketika diwawancara oleh reporter kami.

Sambutan masyarakat yang begitu antusias menyambut kedatangan Prabowo itu, membuat Lieus Sungkharisma, Koordinator Forum Rakyat yang juga aktivis Tionghoa sangat terharu dan juga merasa bangga.

“Saya melihat videonya. Saya lihat ribuan orang, tua muda, laki perempuan termasuk emak-emak, berebut salaman dengan Prabowo yang berdiri di atas mobil yang berjalan perlahan,” tutur Lieus Sungkharisma, selaku Koordinator Forum Rakyat yang juga aktivis Tionghoa menambahkan. .

Lieus menilai semangat dan perhatian masyarakat Ambon merupakan pertanda bahwa sosok pemimpin yang baru sangat dirindukan oleh rakyat Ambon.

“Ini pertanda kuat bahwa rakyat sangat menghendaki adanya Presiden baru yang akan memimpin negeri ini,” ujar Lieus, mengakhiri wawancara.

Rakyat maluku menyambut kedatangan Capres Prabowo Subianto dengan sambutan yang meriah . dalam kunjungan kampanyenya ke propinsi tersebut Ribuan pendukung Prabowo nampak tumpah ruah ke jalan dan berebut bersalaman dengan calon pemimpin RI 2019 tersebut. Mereka menginginkan pergantian kepemimpinan secara konstitusional lewat ajang pilpres 2019

via MASYARAKAT MALUKU SAMBUT MERIAH PRABOWO

credit by #913

[Edisi Prabowo-Sandiaga Uno] “Seberapa GREGET Bang Sandi?”

“Seberapa gereget Bang Sandi?” itulah kalimat yang sedang populer di kalangan muda Milenial. Mereka mengharapkan pemimpin yang greget untuk menghadirkan gebrakan-gebrakan memperbaiki ekonomi bangsa

Hadirnya kepemimpinan nasional baru sangat didambakan oleh masyarakat Nanggroe Aceh Darussalam. Sosok Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno dipercaya masyarakat Aceh menggantungkan harapan mereka. Saat ini, masyarakat Aceh sangat mengharapkan perubahan di segala sektor.

“Dukungan para ulama, rakyat dan segenap masyarakat Aceh untuk Prabowo menjadi presiden sangat besar.  Insya Allah, kami makin optimis merebut mandat dari rakyat ini, dengan kemenangan yang besar,”  ujar Mahfudz Y Loethan,  ketua relawan nasional Sahabat Prabowo Sandi Aceh,

Besarnya antusiasme masyarakat Aceh, yang datang secara sukarela menyambut kehadiran Prabowo Subianto – Sandiaga Uno di bumi serambi mekah. Acara yang digelar tersebut bertepatan dengan peringatan 14 tahun tsunami di Aceh, pada hari Rabu tanggal 26 Desember 2019

Sambutan atas Kehadiran Prabowo dan Sandiaga telah menunjukkan, bahwa pasangan kandidat yang diusung oleh koalisi Indonesia Adil Makmur, sangat mendapat tempat di hati masyarakat Aceh.

“Kehadiran calon wakil presiden Sandiaga Uno beberapa waktu yang lalu di Aceh, juga menyiratkan hal tersebut, peduli dengan Aceh,” ujar mahfudz menerangkan.

“Disamping itu, rakyat juga sudah sangat berhajat kepemimpinan nasional, untuk memperbaiki ekonomi, terciptanya lapangan kerja dan kestabilan harga, serta kepastian hukum tercipta di tangan duo pemimpin ini,” Mahfudz pun menmabahkan keterangannya

Selebgram Aceh, Awien Syuib, memberikan beberapa pertanyaan untuk Sandiaga, saat acara tersebut dilanjutkan dengan acara tanya jawab.

Sandiaga Uno pada awalnya tidak inggin menanggapi tantangan atas pertanyaan seberapa greget. Tetapi kemudian, Sandiaga memutuskan untuk menerima tantangan tersebut, ketika pertanyaan sudah diganti

“Seberapa gereget Bang Sandi?” tanya salah seorang peseta, yang bernama Awien.

“Tadi pagi saya ke Pasar Peunayong (Banda Aceh) ketemu Ibu Anisah pedagang ikan,” Sandiaga menjawab

“Terus?” anak muda Aceh serentak yang hadir bertanya secara serentak.

“Dia minta modal,” ujar Sandiaga, melanjutkan dengan nada bercanda,  yang disambut suara sorakan kaum milenial yang hadir.

Kita mengharapkan Prabowo-Sandiaga akan lebih Greget membenahi perekonomian bangsa yang saat ini sedang terpuruk. Sehingga Rakyat Indonesia akan hidup lebih baik

via [Edisi Prabowo-Sandiaga Uno] “Seberapa GREGET Bang Sandi?”

credit by #913

2 Kader PAN Mundur Dari Partai, Tapi Tetap Gabung di Tim Sukses Prabowo

Gaya kepemimpinan dari Ketua Umum Partai Amanat Nasional, , Zulkifli Hasan dianggap tidak cocok  sehingga membuat dua petinggi partai tersebut menyatakan untuk mengundurkan diri. Walaupun telah menyatakan mengundurkan diri, tetapi Agung Mozin dan Putra Jaya Husin, yang merupakan dua elit PAN yang mengundurkan diri tersebut mengatakan , bahwa meraka akan tetap setia dan loyal memberi dukungan dan bergabung dalam Tim Sukses Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam ajang pemilihan presiden 2019.

“Kalau pilpres, kita tetap BPN bersama Prabowo-Sandi,” ungkap Agung Mozin, ketika diwawancara oleh wartawan kami, pada hari Kamis 27 Desember 2018.

Agung Mozin saat ini duduk sebagai juru kampanye nasional di Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga. Terkait pengunduran dirinya, Agung Mozin menyatakan, bahwa keputusannya untuk mebgundurkan diri dari kepengurusan partai PAN sama sekali tidak ada kaitannya dengan urusan pemilihan presiden.

“Tak ada hubungan dengan Prabowo-Sandiaga, ini masalah internal partai aja,” ungkap Agung menegaskan.

Putra Jaya Husin pun mengungkapkan hal yang senada. Malahan, ia tergabung dalam  BPN Prabowo-Sandiaga dan secara aktif terlibat dalam kampanye pemenangan pasangan nomor urut 02, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno

“Kami sangat solid memenangkan Prabowo-Sandi. Masuk dan aktif (di BPN),” kata Putra menjelaskan kepada  wartawan kami di tempat terpisah

Putra juga menjelaskan, bahwa ia hanya sementara mengundurkan diri dari parta yang telah membesarkan namanya. Saat ini, Putra sebenarnya masih menduduki jabatan sebagai Sekretaris Dewan Kehormatan PAN. IA pun mengundurkan diri menjadi kader, karena ia berbeda pemikiran dengan Zulkifli Hasan yang menjabat sebagai Ketua Umum Partai Amanat Nasional.

“Bahkan kalau ada Kader PAN yang menyimpang dari keputusan Rakernas PAN 2018 yang mendukung Prabowo-Sandi, wajib diberi sanksi yang tegas sesuai AD/ART Partai Amanat Nasional,” ujanrnya menambahkan

Benda hara umum Partai Amanat Nasional,  Nasrullah juga mengikuti jejak kedua rekannya untuk mengundurkan diri dari PAN. Ia juga menegaskan bahwa pengunduran dirinya berkaitan dengan masalah internal partai, dan bukan berhubungan dengan adanya pemilihan presiden.

“Mundurnya saya dari DPP PAN tidak terkait dengan capres-cawapres,” tutur Nasrullah pada hari Selasa 25 Desember 2018. Mereka tetap pada pendirian semula mendukung pencalonan Prabowo-Sandiaga Uno dalam tim Sukses Badan Pemenangan Nasional.

via 2 Kader PAN Mundur Dari Partai, Tapi Tetap Gabung di Tim Sukses Prabowo

credit by #913